Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jatim Lagi Dingin-Dinginnya, Ini Penyebabnya

Jatim Lagi Dingin-Dinginnya, Ini Penyebabnya
ilustrasi bediding (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya Sih
  • BMKG mencatat suhu minimum di Jawa Timur terus menurun, dengan titik terendah 8,2 derajat Celsius di kawasan Bromo pada periode 30 Juni–1 Juli 2026.
  • Fenomena udara dingin disebabkan minimnya tutupan awan saat malam dan hembusan angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara dingin serta kering.
  • BMKG memprediksi suhu dingin akan bertahan hingga akhir Agustus 2026 dan mengimbau masyarakat dataran tinggi memakai pakaian hangat serta memantau informasi cuaca resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times – Fenomena udara dingin masih menyelimuti sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum di kawasan dataran tinggi terus menurun, bahkan mencapai 8,2 derajat Celsius di kawasan Bromo. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Berdasarkan pengamatan Automatic Weather Station (AWS), Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS), dan stasiun BMKG pada periode 30 Juni–1 Juli 2026, suhu terendah tercatat di AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo sebesar 8,2 derajat Celsius.

Selain Bromo, beberapa wilayah lain juga mengalami suhu yang cukup rendah, yakni Lanud Abdulrachman Saleh, Malang 12,4 derajat Celsius, Tretes, Pasuruan 12,6 derajat Celsius, Kota Batu 13,8 derajat Celsius, dan Karangan, Trenggalek 14,7 derajat Celsius.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi menjelaskan, suhu dingin yang dirasakan masyarakat bukan disebabkan fenomena yang tidak biasa, melainkan dipengaruhi kondisi atmosfer pada musim kemarau.

"Suhu dingin disebabkan minimnya tutupan awan di wilayah Jawa Timur pada malam hari. Akibatnya, panas yang dilepaskan permukaan bumi tidak tertahan awan dan langsung terlepas ke atmosfer sehingga suhu permukaan menjadi lebih rendah," ujarnya kepada IDN Times, Rabu (1/7/2026).

Selain itu, kata Rendy, angin muson timur yang bertiup dari Benua Australia turut memperkuat penurunan suhu di Jatim. "Saat ini angin yang bertiup dari Australia membawa massa udara yang cenderung dingin dan kering, sehingga udara terasa lebih sejuk terutama pada malam hingga pagi hari," katanya.

BMKG memperkirakan fenomena udara dingin ini masih akan berlangsung hingga akhir Agustus, seiring masih dominannya musim kemarau di Jatim. Masyarakat, terutama yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari di kawasan dataran tinggi, diimbau menggunakan pakaian hangat dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.

Sementara itu, BMKG menjelaskan beberapa daerah yang sebelumnya tercatat dalam pemantauan suhu tidak muncul pada data terbaru karena alat pengamatan sedang dalam proses perbaikan. Sedangkan wilayah yang belum memiliki data suhu merupakan daerah yang belum dilengkapi perangkat AWS untuk pemantauan suhu udara.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More