530 Kopdes Merah Putih Diklaim Buka, Manajernya Masih Jalani Latsarmil

- Sebanyak 530 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di delapan kabupaten/kota Jawa Timur telah beroperasi sesuai peresmian Presiden Prabowo, meski masih dalam tahap pembenahan operasional.
- Calon manajer koperasi yang akan menjadi penggerak utama usaha masih menjalani pelatihan dasar militer, sehingga layanan koperasi sementara difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat.
- Dari total sekitar 5.600 koperasi yang dibangun, baru 2.500–3.000 unit rampung fisik dan sebagian menunggu penyempurnaan sistem digital serta utilitas agar pelayanan berjalan optimal.
Surabaya, IDN Times – Sebanyak 530 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur (Jatim) diklaim telah beroperasi melayani masyarakat. Namun, di saat yang sama, calon manajer koperasi yang diproyeksikan menjadi penggerak utama usaha masih menjalani pelatihan dasar militer (latsarmil).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, 530 koperasi tersebut telah dibuka di delapan kabupaten/kota sesuai peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, pemerintah masih fokus membenahi operasional di lapangan.
"Yang sudah beroperasi sesuai peresmian Presiden jumlahnya 530 koperasi di delapan kabupaten/kota. Sekarang fokus kami memastikan seluruh operasionalnya berjalan sesuai standar," kata Endy, Selasa (1/7/2026).
Endy mengakui, manajer koperasi yang nantinya bertugas mengembangkan usaha dan mengelola bisnis koperasi masih mengikuti pelatihan. Karena itu, operasional koperasi saat ini masih difokuskan pada pelayanan dasar kepada masyarakat sambil menunggu seluruh pengelola siap bertugas.
"Calon manajer koperasi yang saat ini masih menjalani pelatihan akan menjadi motor pengembangan usaha, mulai dari komoditas beras, sayuran, telur hingga produk unggulan desa lainnya," katanya.
Tak hanya persoalan sumber daya manusia, kesiapan koperasi juga belum sepenuhnya rampung. Dari sekitar 5.600 KDKMP yang sedang dibangun di Jawa Timur, sekitar 2.500 hingga 3.000 unit telah selesai secara fisik.
Namun sebagian masih menunggu penyempurnaan sistem digital, administrasi, jaringan utilitas seperti PDAM, hingga penataan gerai sebelum benar-benar beroperasi.
Menurut Endy, evaluasi terhadap koperasi yang sudah dibuka terus dilakukan. Pemerintah mengecek kepatuhan terhadap standar operasional, jam layanan, kesiapan pegawai, sistem kasir, hingga proses penginputan ribuan produk ke dalam sistem.
"Kami memastikan SOP dijalankan. Jam buka, jam tutup, kesiapan pegawai, semuanya kami cek agar pelayanan kepada masyarakat optimal," katanya.
Ia menambahkan, operasional koperasi juga bergantung pada kelancaran distribusi barang dari PT Agrinas sebagai mitra penyedia kebutuhan pokok. Saat ini produk yang tersedia masih didominasi beras, gula, minyak goreng, LPG, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
Meski pengelola inti belum sepenuhnya siap, Pemprov Jatim memastikan KDKMP tetap berjalan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"KDKMP fokus memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga sesuai HET. Ini menjadi jaminan bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah," pungkas Endy.


















