Bupati Bangkalan Desak Usut Tuntas Misteri Tewasnya ASN di Juanda

- Pemkab Bangkalan mendesak kepolisian segera mengungkap penyebab kematian ASN RYS yang ditemukan tewas di mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
- Bupati Lukman Hakim menegaskan pentingnya kepastian hukum agar tidak muncul spekulasi publik, serta menyampaikan belasungkawa dan dukungan penuh kepada keluarga korban.
- Hasil autopsi menunjukkan indikasi kekerasan dan tanda asfiksia, namun polisi masih menunggu hasil toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian RYS.
Bangkalan, IDN Times – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendesak kepolisian segera mengungkap penyebab kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RYS (51) yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Desakan itu muncul di tengah menguatnya dugaan pembunuhan berdasarkan hasil autopsi dan penyelidikan polisi.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim menyatakan, keluarga korban telah menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Ia berharap penyelidikan dapat segera menemukan titik terang agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Sementara ini dari pihak keluarga sudah memberikan semua urusan agar diungkap oleh kepolisian. Saya dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menyampaikan turut berbela sungkawa yang mendalam. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan almarhumah tenang di sisi-Nya," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Lukman menegaskan, pengungkapan kasus menjadi harapan utama Pemkab Bangkalan. Menurutnya, kepastian hukum penting agar penyebab kematian korban menjadi jelas dan tidak menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.
"Harapannya agar masalah ini segera terungkap berkaitan dengan meninggalnya salah satu pegawai kita. Semoga segera terungkap dan selesai, sehingga tidak ada pertanyaan, tidak ada persepsi, dan penyelesaian secara hukum bisa benar-benar jelas," tegasnya.
Sebelumnya, kepolisian memberi sinyal penyelidikan kasus kematian RYS mengarah pada dugaan tindak pidana. Meski demikian, polisi belum membeberkan hasil penyidikan secara rinci.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung. "Masih lidik, nanti diinformasikan kalau sudah rilis resmi," ujarnya.
Indikasi adanya unsur kekerasan diperkuat hasil autopsi tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Pemeriksaan menemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul, disertai tanda-tanda yang lazim ditemukan pada korban meninggal karena mati lemas atau asfiksia.
Tim forensik juga memperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Juanda.
Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi pembusukan pada organ tubuh korban. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk melengkapi rangkaian penyelidikan.


















