Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Jatim Cari Cara Koperasi Merah Putih Tak Bernasib Mangkrak

Pemprov Jatim Cari Cara Koperasi Merah Putih Tak Bernasib Mangkrak
Koperasi Kelurahan Merah Putih Semolowaru Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Pemprov Jatim berupaya agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak mangkrak dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah pusat dan mendorong integrasi dengan potensi lokal.
  • Wagub Emil Dardak menekankan pentingnya ekosistem usaha yang kuat, termasuk kemitraan antara KDMP dan koperasi daerah yang sudah memiliki jaringan pasar serta pengalaman operasional.
  • Sejumlah desa mulai berinisiatif menghidupkan KDMP lewat pemanfaatan potensi ekonomi lokal dan kegiatan kreatif seperti sosialisasi menggunakan truk logistik koperasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berupaya memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak berhenti sebagai bangunan atau gerai yang mangkrak. Langkah itu dilakukan menyusul munculnya laporan sejumlah KDKMP di Jatim yang sempat beroperasi, namun kembali tutup karena masih menunggu skema operasional dari pemerintah pusat.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan Agrinas untuk memastikan operasional KDKMP memiliki kepastian arah dan mampu berjalan berkelanjutan.

"Walaupun kendali operasional berada di pusat, kami mendorong agar KDMP tidak berjalan sendirian, melainkan harus terintegrasi dengan potensi lokal. Target utamanya adalah menyelaraskan KDMP dengan koperasi-koperasi daerah yang sudah lebih dulu eksis dan sehat," ujar Emil, Minggu (28/6/2026).

Emil menegaskan, keberhasilan KDMP tidak hanya bergantung pada keberadaan bangunan atau gerai, tetapi juga pada ekosistem usaha yang menopangnya. Karena itu, Pemprov Jatim mendorong KDKMP bermitra dengan koperasi lokal yang telah memiliki jaringan usaha dan pasar.

Salah satu model yang dinilai berhasil adalah Toko Rakyat Sejahtera (Torasera) di lingkungan Pondok Pesantren Paiton, Kabupaten Probolinggo. Selama ini, Torasera mampu menghimpun dan memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari desa-desa sekitar.

"Fokus kami saat ini adalah membangun ekosistemnya. Bagaimana KDMP yang sudah berdiri ini menjadi bagian yang saling menguatkan dengan koperasi yang sudah eksis," katanya.

Di tengah belum adanya kepastian distribusi barang dari pusat, Emil menyebut sejumlah desa mulai mengambil inisiatif agar KDKMP tetap hidup. Pengurus koperasi memanfaatkan potensi ekonomi lokal sebagai modal awal operasional sambil menunggu sistem distribusi nasional berjalan.

Bahkan, di beberapa daerah, armada truk logistik koperasi dimanfaatkan sementara sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat. Kendaraan tersebut dipasangi pengeras suara untuk memperkenalkan keberadaan koperasi kepada warga desa.

"Ada yang kreatif menggunakan truknya untuk sosialisasi agar masyarakat tahu keberadaan KDMP. Kreasi-kreasi di tingkat tapak seperti ini tentu memicu reaksi publik yang variatif. Tugas kami di daerah adalah mengecek dan memastikan tujuannya tetap positif demi kesejahteraan warga," pungkas Emil.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More