KontraS: Mahasiswa hingga Penjual Kopi Ditangkap Saat Aksi di Surabaya

- Belasan orang ditangkap saat aksi #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, termasuk dua mahasiswa dan dua pekerja informal, salah satunya penjual kopi.
- KontraS Surabaya menyatakan belum mengetahui dasar penangkapan dan masih melakukan pemantauan serta pendataan terhadap massa yang diamankan oleh pihak kepolisian.
- Ratusan massa muda membawa 11 tuntutan, mulai dari penurunan harga BBM hingga pembubaran parlemen, dalam aksi bertajuk 'Warga Surabaya Turun ke Jalan'.
Surabaya, IDN Times - Belasan orang ditangkap saat demo #IndonesiaSekarat di Depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2025). Dari belasan orang tersebut, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut baru empat orang yang teridentifikasi.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya Fatkhul Khoir mengatakan, empat orang yang sudah teridentifikasi itu adalah dua mahasiswa dan di pekerja informal. Salah satunya merupakan pekerja di sebuah warung kopi. "Jadi, ada 2 mahasiswa, 2 pekerja informal. Salah satunya yang kami tahu adalah dia bekerja di warung kopi di daerah sekitar Jalan Kidal," ujar Fatkhul, Jumat (26/6/2026) malam.
Fatkhul menyebut, pihaknya belum mengetahui pada dasar penangkapan mereka. Sejauh ini, KontraS masih melakukan pemantauan dan pendataan massa yang ditangkap. "Kami masih coba melakukan pemantauan," ucapnya.
KontraS akan siap memberi bantuan hukum bila diperlukan. Pihaknya juga sedang mengumpulkan data-data dan fakta di lapangan untuk memperkuat pemberian bantuan hukum. "Pada prinsipnya jika dibutuhkan bantuan hukum pada intinya kami dari KontraS siap mendampingi teman-teman yang hari ini ditangkap pihak polisi," pungkas dia.
Sekadar diketahui, ratusan massa yang tergabung dalam aksi "Warga Surabaya Turun ke Jalan" di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) membawa 11 poin tuntutan soal turunkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga BBM. mereka juga membawa banner dengan gambar karikatur mirip Presiden Prabowo itu bertuliskan "Prabowo Kowarso Kowarso", "Gendarseng", "Lemes", "Longor."
Bener berukuran 1,5 meter kali 4 meter itu tersebut dipasang di jembatan penyebrangan Jalan Gubernur Suryo.
Massa yang didominasi kalangan muda itu tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIB setelah melakukan long march dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel), Jalan Pemuda. Mereka mengenakan pakaian kasual dan sebagian besar menggunakan penutup wajah.
Massa kemudian melingkar dan satu persatu melakukan orasi. Mereka juga nampak membakar baju bekas yang dibawa dari rumah.
Jubir Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma mengatakan, aksi hari ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang sebelumnya digelar di Surabaya. Massa aksi berasal dari elemen masyarakat, buruh dan mahasiswa.
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyampaikan 11 tuntutan kepada pemerintah, yakni:
1. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
2. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
3. Mencabut UU Polri dan UU TNI.
4. Menciptakan lapangan kerja yang layak.
5. Membubarkan Komando Teritorial serta menghentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.
6. Menghentikan proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land.
7. Membebaskan seluruh tahanan politik serta memulihkan nama baik mereka.
8. Memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.
9. Mewujudkan transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.
10. Membubarkan parlemen dan membangun kuasa rakyat.
11. Mengakhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.















