Jebakan Tikus Makan Korban Lagi, Petani Ngawi Tewas Kesetrum

- Petani Mujiono (62) ditemukan meninggal di pematang sawahnya di Desa Tirak, Ngawi, Selasa pagi, setelah berpamitan pergi ke sawah sekitar pukul 05.00 WIB.
- Istri korban menemukan Mujiono tergeletak kaku setelah ia tak pulang hingga pukul 09.00 WIB; pemeriksaan awal mendapati luka bakar pada salah satu jari tangan.
- Polisi menduga Mujiono tersengat kawat jebakan tikus beraliran listrik, tanpa tanda kekerasan pada visum, dan mengimbau warga berhenti memakai metode tersebut.
Ngawi, IDN Times – Niat membasmi hama tikus di lahan pertanian justru berujung petaka. Seorang petani di Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia diduga setelah tersengat jebakan tikus beraliran listrik, Selasa (18/8/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Mujiono (62). Ia ditemukan tergeletak di pematang sawah miliknya di Dusun Tirak III, Desa Tirak.
Kapolsek Kwadungan, AKP Arif Hidayat, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke sawah sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 09.00 WIB, Mujiono tak kunjung kembali ke rumah.
"Korban awalnya pamit ke keluarga mau ke sawah sekitar jam 05.00 WIB, tapi sampai sekitar jam 9-an pagi tidak pulang-pulang," ujar Arif, Selasa sore.
1. Ditemukan istri dalam kondisi sudah tidak bergerak

Mujiono petani di Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan, Ngawi ditemukan tewas diduga tersengat jebakan tikus. IDN Times/Istimewa. Khawatir terjadi sesuatu, keluarga kemudian menyusul korban ke sawah. Istri Mujiono menjadi orang pertama yang menemukan korban sudah tergeletak kaku di pematang.
Keluarga kemudian meminta bantuan warga untuk mengecek kondisi korban. Namun, Mujiono ternyata sudah meninggal dunia.
"Istrinya itu yang awalnya menemukan, terus minta tolong warga suruh ngecek kenapa kok suaminya gak gerak. Ternyata sudah meninggal," jelas Arif.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan memasang garis polisi. Tim Identifikasi Polres Ngawi bersama petugas Puskesmas juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan serta visum luar.
2. Terdapat luka bakar di jari

Mujiono petani di Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan, Ngawi ditemukan tewas diduga tersengat jebakan tikus. IDN Times/Istimewa. Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka bakar pada salah satu jari tangan Mujiono. Luka tersebut diduga akibat korban menyentuh kawat yang dialiri listrik untuk jebakan tikus.
Petugas terlebih dahulu memutus aliran listrik sebelum mengevakuasi korban dari lokasi.
"Hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata Arif.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan.
3. Polisi ingatkan warga tak gunakan jebakan listrik

Mujiono petani di Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan, Ngawi ditemukan tewas diduga tersengat jebakan tikus. IDN Times/Istimewa. Polisi memastikan dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik.
Kapolsek Kwadungan pun mengingatkan warga agar tidak lagi menggunakan metode tersebut untuk membasmi hama tikus karena sangat membahayakan keselamatan manusia.
"Selanjutnya kita gencarkan imbauan agar jebakan tikus beraliran listrik ini jangan lagi dipakai. Hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, maka kesimpulannya korban meninggal akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik," tegasnya.
Peristiwa ini menjadi daftar panjang kematian sejumlah petani di Kabupaten Ngawi akibat jebakatan tikus beraliran listrik. Jebakan yang dipasang untuk tikus bisa berubah menjadi ancaman mematikan bagi manusia.


















