Tenggelam Dua Hari, Pemuda Mojokerto Ditemukan Tewas di Sidoarjo

- DA (22), pemuda asal Mojokerto yang tenggelam di Sungai Brantas, Tarik, Sidoarjo, pada 17 Agustus 2026, ditemukan tewas sehari kemudian.
- Jenazah ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi tenggelam setelah warga melapor, lalu dievakuasi tim SAR gabungan ke RS Bhayangkara Porong.
- Pencarian melibatkan perahu karet, speedboat, dan penyelam, namun terkendala jarak pandang bawah air yang terbatas serta melibatkan berbagai instansi dan warga.
Sidoarjo, IDN Times - Seorang pemuda asal Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto berinsial DA (22) yang dikabarkan tenggelam di Sungai Brantas, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo ditemukan tewas, Selasa (18/8/2026). DA diketahui tenggelam pada Senin (17/8/2026).
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan Lokasi penemuan tidak jauh dari tempat korban dilaporkan tenggelam. Informasi penemuan korban pertama kali disampaikan oleh warga yang melihat jenazah mengapung di Sungai Brantas. “Setelah mendapat informasi dari warga, selanjutnya tim SAR gabungan melakukan pengecekan dan evakuasi terhadap korban,” ujar Nanang.
Proses evakuasi berlangsung lancar. Setelah berhasil dibawa ke darat, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Porong menggunakan ambulans PMI Mojokerto untuk penanganan lebih lanjut. "Tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya bersama unsur SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak Senin (17/8/2026), tidak lama setelah kejadian dilaporkan," ungkap dia.
"Pada tahap awal, pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian menggunakan satu set perahu karet. Area pencarian kemudian diperluas dengan menambah satu set perahu karet dan satu unit speedboat," terang dia.
Tim SAR melakukan penyisiran permukaan sungai secara bergantian. Manuver perahu dilakukan untuk menciptakan gelombang air dengan harapan dapat membantu mengangkat atau memunculkan posisi korban yang diduga berada di dalam sungai.
"Selain pencarian di permukaan, tim penyelam juga dikerahkan untuk menyisir bagian dalam sungai. Proses pencarian menghadapi kendala, yaitu jarak pandang penyelam ketika berada di dalam air sangat terbatas," pungkas dia.
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban, diantaranya tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, BPBD Prov Jatim, BPBD kab Sidoarjo, BPBD kab Mojokerto, BPBD kota Mojokerto, PMI kota Mojokerto, PMI kab Mojokerto, Polsek Tarik, Koramil Tarik, Inafis Polresta Sidoarjo, warga sekitar dan unsur SAR lainnya.



















