Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gerakan kd Veteran, Belajar di Rumah hingga Upacara Kemerdekaan Bareng

Kota Surabaya
Gerakan kd Veteran, Belajar di Rumah hingga Upacara Kemerdekaan Bareng
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur(Jatim) berlangsung dengan cara berbeda. Lima veteran dihadirkan dalam upacara di halaman Kantor Dindik Jatim, Senin (17/8/2026). Dok. Dindik Jatim.
  • Dindik Jatim menghadirkan lima veteran dalam upacara HUT ke-81 RI di Surabaya sebagai penghormatan dan pengingat bahwa kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang.
  • Gerakan Murid Menjemput Sejarah pada 12-16 Agustus 2026 melibatkan murid dan guru mengunjungi sekitar 581 veteran serta keluarga pejuang di 38 kabupaten/kota Jawa Timur.
  • Veteran dan Dindik Jatim mengajak generasi muda meneruskan perjuangan melalui belajar, peningkatan kompetensi, prestasi, persatuan, kesopanan, serta tidak mudah terprovokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur(Jatim) berlangsung dengan cara berbeda. Lima veteran dihadirkan dalam upacara di halaman Kantor Dindik Jatim, Senin (17/8/2026), sebagai pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini lahir dari perjuangan panjang.

Kehadiran para veteran tidak sekadar menjadi simbol penghormatan. Dindik Jatim menjadikannya momentum untuk menyampaikan pesan bahwa perjuangan belum selesai. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan senjata, kini perjuangan diteruskan melalui pendidikan.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, menghadirkan veteran dalam upacara merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya mendekatkan generasi muda dengan sejarah perjuangan bangsa.

“Selain kita memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang kita, veteran kita yang masih hidup,” ujar Aries.

Nuansa kebinekaan semakin terasa karena peserta dan pengisi acara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, pesan utama peringatan kemerdekaan kali ini justru datang dari para veteran. Mereka mengingatkan generasi muda bahwa perjuangan mempertahankan Indonesia tidak harus dilakukan melalui peperangan.

Pesan itu menjadi bagian dari gerakan “Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka” yang digelar Dindik Jatim pada 12-16 Agustus 2026.

Melalui gerakan tersebut, murid SMA, SMK, dan SLB bersama guru mendatangi rumah veteran maupun keluarga pejuang di 38 kabupaten/kota di Jatim. Mereka mendengarkan langsung kisah perjuangan sekaligus menggali nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan saat ini. Hasilnya, sekitar 581 veteran telah dikunjungi murid dan guru di berbagai daerah Jatim.

“Sejak tanggal 12 sampai tanggal 16, kita sudah keliling ke seluruh wilayah Jawa Timur dengan mengerahkan seluruh murid dan guru di seluruh kabupaten/kota untuk berkunjung ke veteran. Data terakhir yang kami dapatkan ada sekitar 581 veteran yang dikunjungi,” jelas Aries.

Puncak gerakan tersebut diwujudkan dengan menghadirkan perwakilan veteran dalam upacara di Kantor Dindik Jatim. Dari 10 veteran yang semula diundang, lima dapat hadir, sedangkan lima lainnya berhalangan karena kondisi kesehatan.

Para veteran yang tidak dapat hadir tetap akan mendapatkan bingkisan dan kenang-kenangan sebagai bentuk penghormatan Dindik Jatim.

Aries menegaskan, nilai penghormatan tersebut tidak diukur dari besarnya pemberian. Yang jauh lebih penting adalah memastikan perjuangan para veteran tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

“Jumlahnya tidak seberapa, tapi menurut kami esensinya adalah penghargaan yang kita berikan kepada para pejuang kita,” katanya.

Menurut Aries, pesan para veteran memiliki relevansi kuat dengan dunia pendidikan. Generasi muda diminta meneruskan perjuangan dengan belajar, meningkatkan kompetensi, berprestasi, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

“Mereka menginginkan bahwa melanjutkan perjuangan itu tentu bukan dengan perang, tetapi dengan pendidikan yang lebih baik lagi, kualitas pendidikan yang lebih bermutu,” tegasnya.

Salah satu veteran Seroja, Kaspiyo, juga menitipkan pesan agar generasi muda tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, persatuan dan kesopanan harus menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Paling tidak belajar yang baik, jangan sampai terpengaruh provokator karena itu pasti merusak bangsa. Tolong jaga persatuan, kesatuan dan utamanya kesopanan yang harus kita pegang,” pesan Kaspiyo.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia dibayar dengan pengorbanan besar, termasuk nyawa, harta dan air mata para pejuang. “Pengorbanan tiada akhir, termasuk korban nyawa dan harta, termasuk juga tetesan air mata,” tuturnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More