Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perusahaan Rokok Korsel Buka Pabrik Baru di Pasuruan, Ini Targetnya

Kab. Pasuruan
3 min read
Perusahaan Rokok Korsel Buka Pabrik Baru di Pasuruan, Ini Targetnya
Pabrik Rokok KT&G baru di Pasuruan. (Dok. KT&G)
  • KT&G membuka pabrik rokok baru di Pasuruan, Jawa Timur, dengan sembilan lini produksi berkapasitas hingga 21 miliar batang per tahun.

  • Bersama pabrik existing berkapasitas 14 miliar batang, total kapasitas KT&G di Indonesia mencapai 35 miliar batang per tahun, terbesar di luar Korea Selatan.

  • Pabrik memasok pasar domestik dan ekspor, sambil membuka peluang kerja lokal serta menjalankan dukungan pendidikan, pelatihan petani, konservasi mangrove, dan bantuan bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasuruan, IDN Times - Perusahaan rokok asal Korea Selatan (Korsel), Korea Tomorrow, & Global (KT&G) membuka pabrik barunya di Pasuruan, Jawa Timur. Pembukaan pabrik baru ini, produksi rokok KT&G diperikirakan mencapai total 35 miliar batang per tahun dan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi serta ekspor utama dalam jaringan manufaktur global KT&G.

Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas 190.000 meter persegi, pabrik baru ini dilengkapi sembilan lini produksi rokok dengan kapasitas hingga 21 miliar batang per tahun. Jika digabungkan dengan kapasitas pabrik yang sudah ada sebesar 14 miliar batang per tahun, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia diperkirakan mencapai hingga 35 miliar batang per tahun. Kapasitas tersebut menjadikan Indonesia sebagai basis produksi terbesar KT&G di luar Korea Selatan.

Sejak memasuki pasar Indonesia pada tahun 2011 melalui akuisisi PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM), KT&G terus memperluas kegiatan manufakturnya untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan global yang meningkat. Untuk mendukung pengembangan tersebut, KT&G melanjutkan pembangunan fasilitas pabrik baru berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian Investasi Republik Indonesia pada September 2023.

Pembangunan fasilitas baru tersebut dimulai pada April 2024, dilanjutkan dengan uji coba operasional pada semester pertama 2026, hingga kini memasuki tahap produksi yang stabil.

Dengan memanfaatkan letak geografis Indonesia yang strategis, produksi rokok di pabrik baru ini akan dipasok ke pasar domestik Indonesia serta sejumlah pasar ekspor, termasuk Taiwan, Mongolia, Nigeria, dan India. Fasilitas ini diharapkan menjadi basis ekspor utama KT&G untuk memasok pasar di kawasan Asia Pasifik dan wilayah lainnya.

Sistem produksi global KT&G yang bertumpu pada lima basis di Korea Selatan, Indonesia, Rusia, Kazakhstan, dan Turki kini semakin lengkap dengan beroperasinya pabrik baru ini. Dengan meningkatnya keterhubungan antar lokasi tersebut, perusahaan dapat lebih mudah menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar, serta meningkatkan efisiensi operasional untuk memperkuat daya saing bisnis global.

Tidak hanya memperkuat kemampuan manufakturnya di tingkat global, pabrik baru KT&G juga turut mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui pembukaan peluang kerja, khususnya bagi tenaga kerja lokal. Kontribusi ini dimulai sejak tahap pembangunan yang turut melibatkan pekerja dan perusahaan mitra setempat. Ke depannya, KT&G akan terus menciptakan peluang kerja melalui keterlibatan berkelanjutan dengan masyarakat dan mitra lokal, serta pengembangan bisnisnya di Indonesia.

“Beroperasinya pabrik baru kami secara penuh menjadi tonggak penting dalam mewujudkan komitmen investasi jangka panjang KT&G di Indonesia serta komitmen kami kepada masyarakat setempat di wilayah operasional perusahaan,” ujar Presiden KT&G, Bang Kyung-man.

Seiring dengan ekspansi bisnisnya, KT&G terus menjalankan berbagai inisiatif untuk mendukung masyarakat lokal di Indonesia. Inisiatif tersebut mencakup dukungan infrastruktur pendidikan, program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan petani di wilayah Pasuruan, kegiatan lingkungan seperti konservasi ekosistem mangrove, serta bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui berbagai upaya tersebut, KT&G terus mendukung pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan pertumbuhan bersama masyarakat setempat.

“KT&G akan terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kemampuan teknis, dan mempererat kerja sama dengan masyarakat setempat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan untuk perekonomian dan masyarakat Indonesia,” pungkas dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More