Produksi Padi Jatim Naik 2,54 Persen, Magetan Dapat 9 Alsintan

Produksi gabah kering giling Jawa Timur hingga November 2026 diproyeksikan mencapai 10,2 juta ton, naik 2,54 persen dari 9,8 juta ton pada 2025.
Pemprov Jawa Timur mengalokasikan 341 alsintan sepanjang 2026; sembilan unit diserahkan kepada kelompok tani Magetan untuk pengolahan lahan, panen, pascapanen, dan pengolahan jagung.
Produksi jagung Jawa Timur mencapai 4,276 juta ton, meningkat 0,67 persen dibandingkan 2025 meski luas panen menurun, yang menandakan produktivitas turut naik.
Take a Deeper Reads

Magetan, IDN Times – Sawah-sawah di Jawa Timur diproyeksikan menghasilkan lebih banyak gabah tahun ini. Produksi gabah kering giling (GKG) Jawa Timur diprediksi menembus 10,2 juta ton hingga November 2026, naik 2,54 persen dibandingkan capaian 2025.
Di tengah capaian tersebut, Kabupaten Magetan mendapat tambahan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). Sebanyak sembilan unit alsintan diserahkan kepada sejumlah kelompok tani oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Lapangan Desa Kuwonharjo, Kecamatan Kawedanan, Selasa (6/10/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Heru Suseno mengatakan proyeksi tersebut mengacu pada data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Oktober 2026. "Produksi padi kita itu lebih besar 2,54 persen dari tahun 2025, gabah kering giling kita diprediksi sampai bulan November mencapai 10,2 juta ton. Kalau 2025 itu 9,8 juta ton, artinya ada peningkatan," ujar Heru.
Sepanjang 2026, Pemprov Jatim mengalokasikan 341 unit alsintan untuk sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Sebanyak 231 unit di antaranya merupakan alsintan pra-panen, sedangkan 110 unit lainnya digunakan untuk kegiatan pascapanen.
Dari jumlah tersebut, sembilan unit dialokasikan untuk kelompok tani di Magetan. Bantuannya terdiri dari satu unit hand tractor singkal untuk Poktan Margo Utomo dan dua unit kultivator untuk Kelompok Tani Sarakarang serta Kelompok Tani Mapan.
Kemudian dua unit power thresher multiguna diberikan kepada Kelompok Tani Kerang dan Kelompok Tani Waduk. Untuk proses pemanenan, dua unit combine harvester besar diserahkan kepada Gapoktan Sumber Rejeki dan Kelompok Tani Rukun Makmur 1.
Sementara dua unit corn sheller diberikan kepada Kelompok Tani Sri Agung dan Kelompok Tani Sri Dadi. Heru mengatakan bantuan alsintan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas kelompok tani, mulai dari pengolahan lahan hingga penanganan hasil panen.
Menurutnya, mekanisasi pertanian menjadi salah satu cara untuk membantu petani bekerja lebih efektif sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani. "Bantuan ini memberikan dorongan tersendiri pada kelompok tani kita, karena dengan alat dan mesin pertanian inilah yang kemudian bisa mempertahankan produksi dan meningkatkan produktivitas," jelasnya.
Selain padi, komoditas jagung juga mencatatkan perubahan positif. Heru menyebut produksi jagung Jawa Timur mencapai 4,276 juta ton, dibandingkan sekitar 4,2 juta ton pada 2025. Kondisi itu terjadi meski luas panen jagung mengalami penurunan. "Jagung ini walaupun luas panennya turun, tapi produksinya meningkat dari tahun 2025, ada peningkatan 0,67 persen," kata Heru.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan produktivitas jagung di Jawa Timur turut mengalami perkembangan. "Itu menunjukkan bahwa produktivitas jagung di Jawa Timur ada peningkatan," pungkasnya.
















