Tol Prosiwangi Belum Bisa Dibuka, Paiton-Besuki Masih Tunggu Uji Ini

- Ruas Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,6 kilometer belum dibuka hingga awal September 2026 karena tindak lanjut hasil uji laik fungsi dan operasi belum selesai.
- Seksi 1 dan 2 dari Suko-Kraksaan sepanjang 24 kilometer telah selesai konstruksi 100 persen serta mengantongi sertifikat laik operasi, termasuk kesiapan koneksi di Simpang Susun Gending.
- Kepastian pembukaan Paiton-Besuki masih menunggu evaluasi BPJT dan Kementerian PU, termasuk perbaikan titik temuan serta kesiapan fasilitas pendukung seperti rest area.
Surabaya, IDN Times - Pembangunan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) terus berproses. Namun, masyarakat yang menunggu dibukanya akses hingga wilayah Paiton-Besuki masih harus bersabar. Hingga awal September 2026, ruas Paiton-Besuki sepanjang 25,6 kilometer belum dapat dioperasikan karena masih menunggu penyelesaian tindak lanjut hasil uji laik fungsi dan operasi.
Kabid Pembangunan dan Peningkatan Jalan Jembatan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ahmad Faathir Wicaksono mengatakan, kepastian pembukaan ruas tersebut belum dapat ditentukan. Keputusan pembukaan tetap menunggu hasil evaluasi tim Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Untuk Tol Prosiwangi (Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi), status saat ini yaitu seksi 1 dan 2, dari Suko-Kraksaan dengan konstruksi sepanjang 24 kilometer, telah selesai 100 persen dan sudah mengantongi sertifikat laik operasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
Faathir menjelaskan, Seksi 1 Tol Prosiwangi memiliki panjang 12,88 kilometer. Sementara Seksi 2 dari Simpang Susun Gending memiliki panjang 11,2 kilometer. Kedua seksi tersebut telah menyelesaikan konstruksi dan memasuki tahapan kesiapan operasional.
Untuk memastikan konektivitas dan keselamatan pengguna jalan, pengujian laik fungsi dan operasi di Simpang Susun Gending juga telah dilakukan tim BPJT pada 16-17 Juli 2026. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan koneksi antara Tol Pasuruan-Probolinggo dengan jaringan menuju Tol Prosiwangi memenuhi aspek keselamatan dan kelayakan operasional.
“Dilakukan pengujian uji laik fungsi dan operasi oleh tim BPJT pada tanggal 16 sampai 17 Juli 2026, untuk memastikan bahwa tol Pasuruan-Probolinggo dan Probolinggo menuju Prosiwangi ini aman,” jelasnya.
Meski demikian, hasil pengujian masih menghasilkan sejumlah catatan yang harus ditindaklanjuti oleh badan usaha jalan tol sebelum seluruh rangkaian ruas dapat dioperasikan. Adapun ruas yang masih menjadi perhatian adalah Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,6 kilometer. Ruas ini belum dapat dibuka untuk umum karena proses tindak lanjut terhadap temuan hasil uji laik fungsi dan operasi masih berlangsung.
“Untuk Seksi 3 yaitu dari Paiton ke Besuki, saat ini masih proses tindak lanjut temuan-temuan hasil dari uji laik fungsi dan operasi,” jelas Faathir.
Karena proses tersebut belum rampung, pemerintah belum dapat memastikan kapan Paiton-Besuki mulai dibuka bagi pengguna jalan. Pembukaan baru dapat dilakukan setelah seluruh persyaratan laik fungsi dan operasi dinyatakan terpenuhi. “Untuk kapan dibukanya Seksi 3 ini, belum bisa dipastikan. Tetap menunggu hasil uji laik fungsi dari tim BPJT dan Kementerian PU,” tegasnya.
Saat ini, pengguna jalan dari arah Probolinggo yang memanfaatkan jaringan tol menuju Prosiwangi masih terbatas sampai akses keluar di Exit Tol Gending, Probolinggo. Dengan belum dibukanya Seksi 3, perjalanan menuju kawasan Paiton hingga Besuki belum sepenuhnya dapat dilakukan melalui jaringan tol tersebut.
Faathir mengatakan masih dimungkinkan adanya sejumlah titik yang harus diperbaiki berdasarkan hasil pemeriksaan. Selain aspek konstruksi dan keselamatan jalan, kesiapan fasilitas pendukung juga menjadi bagian yang harus dipastikan sebelum ruas tersebut dibuka.
“Mungkin ada beberapa titik yang perlu perbaikan. Bisa jadi nanti, khususnya di rest area juga belum siap untuk para pengendara yang lewat di sana,” pungkasnya.

















