Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Gabah Tembus Rp9.500, Beras Lokal di Magetan Ikut Naik

Kab. Magetan
Harga Gabah Tembus Rp9.500, Beras Lokal di Magetan Ikut Naik
Petani di Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo Magetan tengah memanen padi. IDN Times/Riyanto.
  • Harga beras lokal di Magetan naik Rp1.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, seiring harga gabah kering giling mencapai Rp9.300-Rp9.500 per kilogram.
  • Bantuan pangan beras dari Bulog belum menurunkan harga pasar; kacang tanah, kacang hijau, ketan, dan jagung juga naik, sementara kedelai stabil dan kacang tolo turun.
  • Kemarau panjang mendorong sebagian petani beralih dari padi ke palawija, sehingga pasokan gabah berpotensi berkurang dan biaya bahan baku beras tetap tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Magetan, IDN Times – Harga beras lokal di Kabupaten Magetan mulai merangkak naik. Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya harga gabah kering giling (GKG) yang kini mencapai Rp9.300 hingga Rp9.500 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat harga beras di tingkat pedagang ikut terkerek. Padahal, pemerintah melalui Bulog telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat.

Namun, bantuan tersebut belum mampu membuat harga beras di pasaran turun. Pedagang menyebut tingginya harga gabah menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga beras tetap bertahan tinggi.

  1. 1. Beras lokal naik Rp1.000 per kilogram

    Riyanto
    Akfivitaa jual beli beras di pasar Sayur Magetan. IDN Times/Riyanto.

    Harni (65), pedagang beras di Pasar Sayur Magetan, mengatakan harga beras lokal saat ini mencapai Rp15 ribu per kilogram. Harga tersebut naik sekitar Rp1.000 dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp14 ribu per kilogram.

    "Beras lokal naik Rp1.000, sekarang Rp15 ribu per kilogram,” ujar Harni, Senin (1/9/2026).

    Menurutnya, kenaikan harga beras tidak terlepas dari harga gabah yang masih tinggi. Saat ini, gabah kering giling di tingkat petani maupun pasar berada di kisaran Rp9.300-Rp9.500 per kilogram.

    "Gabah sekarang Rp9.300 sampai Rp9.500 per kilogram,” katanya.

  2. 2. Bukan cuma beras, harga kacang tanah ikut melonjak

    Riyanto
    Aktivitas jual beli di pasar sayur Magetan. IDN Times/Riyanto.

    Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lainnya. Kacang tanah misalnya, kini mencapai Rp42 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp35 ribu.

    Harga kacang hijau juga naik dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara harga ketan meningkat cukup tinggi, dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.

    Harga jagung juga ikut naik. Komoditas tersebut kini dibanderol sekitar Rp7.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp6.700.

    Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga kedelai masih relatif stabil di angka Rp11.500 per kilogram. Sedangkan kacang tolo justru turun dari Rp25 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

  3. 3. Kemarau panjang ubah pola tanam petani

    Riyanto
    Petani di Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo Magetan tengah memanen padi. IDN Times/Riyanto.

    Harni menyebut kemarau panjang yang terjadi belakangan turut memengaruhi kondisi pertanian di Magetan. Minimnya ketersediaan air membuat sebagian petani memilih beralih dari tanaman padi ke tanaman palawija.

    "Karena kemarau panjang, banyak petani beralih ke palawija,” ungkapnya.

    Perubahan pola tanam tersebut dinilai ikut memengaruhi pasokan gabah. Ketika sebagian lahan tidak ditanami padi, ketersediaan gabah berpotensi berkurang.

    Di sisi lain, harga gabah yang tetap tinggi membuat biaya bahan baku beras ikut meningkat. Kondisi itu akhirnya tercermin pada harga beras yang harus dibayar konsumen.

    Kenaikan harga beras ini menjadi perhatian karena terjadi ketika masyarakat masih menghadapi dampak kemarau panjang. Jika kondisi cuaca dan pasokan gabah belum membaik, harga beras maupun sejumlah komoditas pangan lainnya masih berpotensi mengalami perubahan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More