Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemarau Panjang di Magetan, 27 Sumber Air Menyusut

Kab. Magetan
Kemarau Panjang di Magetan, 27 Sumber Air Menyusut
Embung Joketro di Desa Joketro Kecamatan Parang yang mengering. (IDN Times/Riyanto)
  • Kemarau panjang menyusutkan debit 27 telaga, waduk, bendungan, dan embung di Magetan, mengganggu sumber air bagi pertanian serta kebutuhan air bersih masyarakat.
  • Telaga Sarangan turun sekitar 3 meter dan Waduk Gonggang turun sekitar 7,5 meter, namun cadangannya diperkirakan masih mencukupi hingga September atau awal Oktober.
  • Sejumlah embung kecil di Parang mengering; pemerintah bersama kelompok tani mengatur pola tanam dan meminta petani beralih ke palawija bila air tidak cukup untuk padi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Magetan, IDN Times – Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan mencatat sedikitnya 27 sumber air berupa telaga, waduk, bendungan, dan embung mengalami penyusutan debit air.

Bahkan, sejumlah embung kecil di wilayah Kecamatan Parang dilaporkan telah mengering. Kondisi ini menjadi perhatian karena sumber air tersebut selama ini menopang kebutuhan pertanian dan air bersih masyarakat. Berikut tiga fakta dampak kemarau di Magetan:

  1. 1. Telaga Sarangan dan Waduk Gonggang mengalami penyusutan

    Idntimes.com
    Air telaga di Telaga Sarangan terus alami penyusutan dengan drastis pada saat musim kemarau ini. (IDN Times/ Riyanto)

    Kemarau panjang menyebabkan tinggi muka air di sejumlah sumber air utama Magetan turun cukup signifikan. Telaga Pasir atau Telaga Sarangan kini berada di level sekitar 11,44 meter, turun sekitar 3 meter dari kondisi penuh yang mencapai 14,5 meter.

    Sementara itu, Waduk Gonggang di Kecamatan Poncol mengalami penurunan lebih besar. Tinggi muka air waduk kini tersisa sekitar 5,65 meter atau turun sekitar 7,5 meter dari kondisi normal.

    Meski demikian, DPUPR Magetan memastikan cadangan air di dua sumber tersebut masih relatif aman. Air Telaga Sarangan diperkirakan masih mencukupi kebutuhan pertanian dan operasional PG Rejosarie hingga awal Oktober, sedangkan Waduk Gonggang masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi hingga September.

  2. 2. Sejumlah embung di Kecamatan Parang mulai mengering

    Idntimes.com
    Embung Joketro di Desa Joketro Kecamatan Parang yang mengering. (IDN Times/Riyanto)

    Dampak paling nyata justru terjadi pada embung berukuran kecil. DPUPR mencatat embung di wilayah Sayutan, Trosono, dan Nglopang, Kecamatan Parang, telah mengalami kekeringan.

    “Ada yang kering sama sekali, ada yang masih ada airnya, tetapi sudah tidak digunakan petani karena musim tanam padi berakhir,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Magetan, Yuli Karyawan Iswahyudi via phone, Minggu (31/8/2026).

    Embung yang masih menyisakan air sebagian besar tidak lagi dimanfaatkan untuk irigasi sawah. Air yang tersisa lebih banyak digunakan untuk kebutuhan lain, seperti kegiatan pemancingan.

  3. 3. Petani diminta beralih ke palawija jika air tidak mencukupi

    Idntimes.com
    Embung Joketro di Desa Joketro Kecamatan Parang yang mengering. (IDN Times/Riyanto)

    Menghadapi kondisi kemarau, DPUPR Magetan bersama HIPPA, kelompok tani, dan Dinas Pertanian mulai mengatur pola tanam Musim Tanam III agar risiko gagal panen dapat ditekan.

    Petani diminta tidak memaksakan menanam padi di lahan yang sumber airnya terbatas. Penanaman padi disarankan hanya dilakukan pada lahan yang memiliki sumur air tanah dalam atau dekat dengan sumber air yang memadai.

    Sementara itu, lahan yang diperkirakan kekurangan air hingga masa panen dianjurkan ditanami palawija yang membutuhkan lebih sedikit air.

    “Menanam tanaman harus melihat ketersediaan air sampai umur panen. Kalau untuk padi diperkirakan tidak cukup, ya beralih ke palawija yang sedikit memanfaatkan air,” tandas Yuli.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More