Maju Ketum, Gus Kikin Usung Qanun Asasi untuk NU

- Gus Kikin mengusung pengembalian Qanun Asasi karya KH Hasyim Asy'ari sebagai rujukan NU, dengan menyesuaikan nilai dan prinsipnya pada kebutuhan organisasi saat ini.
- Ia juga mendorong penguatan ekonomi warga nahdliyin, termasuk ekonomi digital, melalui penataan sistem terintegrasi agar basis warga NU menjadi ekosistem ekonomi mandiri.
- Gus Kikin menyatakan pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU berasal dari PWNU Jawa Timur; ia menilai Rais Aam idealnya berilmu kuat dan mengamalkan ilmunya.
Jombang, IDN Times - Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin membawa gagasan mengembalikan Qanun Asasi sebagai salah satu rujukan perjalanan organisasi jika dipercaya memimpin NU dalam Muktamar ke-35.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu mengatakan Qanun Asasi merupakan dokumen yang disusun KH Hasyim Asy'ari sebagai landasan awal NU. Dokumen tersebut, menurut Gus Kikin, telah ditemukan kembali dan diterbitkan dalam bentuk buku sekitar tiga tahun lalu.
Gus Kikin menilai Qanun Asasi perlu kembali dipelajari dan dijadikan salah satu pijakan dalam menjalankan organisasi. Ia menyebut dokumen tersebut pernah menjadi rujukan NU sejak awal berdiri hingga organisasi berubah menjadi partai politik pada 1952.
"Itu dulu digunakan NU di awal kelahiran NU sampai kemudian NU menjadi partai politik tahun 1952 dan itu kemudian tidak digunakan. Tiga tahun yang lalu itu kita temukan kembali dan sekarang sudah kita cetak, sudah jadi buku," ujarnya, Sabtu (29/8/2026).
Gagasan tersebut, lanjut Gus Kikin, bukan sekadar menghidupkan kembali dokumen lama, tetapi mempelajari kembali nilai dan prinsip yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan sesuai kebutuhan NU saat ini.
"Yang saya tawarkan, NU itu seyogyanya menggunakan rujukan-rujukan itu lagi nanti. Kita menggunakan itu supaya NU itu kembali seperti dulu awal digunakan," katanya.
Selain Qanun Asasi, Gus Kikin menyoroti penguatan ekonomi warga nahdliyin sebagai agenda yang menurutnya penting untuk dikembangkan. Ia melihat jumlah warga NU yang besar sebagai potensi pasar yang belum sepenuhnya dikelola secara terintegrasi.
"Ekonomi itu tidak lepas, semua ekonomi berbasis pasar. Nah, pasarnya NU itu dengan jumlah warganya yang begitu besar. Itu sebenarnya akan menjadi pasar ekonomi," tuturnya.
Gus Kikin mengatakan penguatan ekonomi tersebut tidak harus terbatas pada sektor usaha konvensional. Ekonomi digital juga dinilai dapat menjadi bagian dari strategi pemberdayaan warga NU. "Ekonomi digital ikut, tinggal caranya saja. Yang terang, warganya yang jumlahnya banyak ini kalau ditata ekonominya kan menjadi menarik," tegasnya.
Ia menilai potensi ekonomi warga NU akan lebih kuat apabila ditata dengan sistem yang jelas. Dengan jumlah warga yang besar, ekosistem ekonomi NU dinilai dapat dikembangkan dari tingkat bawah hingga menjadi kekuatan ekonomi yang lebih mandiri.
Terkait pencalonannya, Gus Kikin menegaskan dirinya tidak secara aktif mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Ia menyebut pencalonan tersebut berasal dari PWNU Jawa Timur.
"Jadi ini kita memang persiapkan dirinya itu bukan untuk pemilihan seperti ini. Kita memang sehari-hari menjalankan kegiatan-kegiatan di NU itu memang sebaik-baiknya," katanya.
Menurutnya, aktivitas silaturahmi dengan berbagai kalangan NU yang selama ini dilakukan kemudian mendapat respons positif ketika namanya diusulkan sebagai calon Ketua Umum PBNU. "Saya sebetulnya bukan mencalonkan diri, saya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur dan mereka itu menyambut dengan baik," ucapnya.
Sementara ketika ditanya mengenai sosok yang ideal menjadi Rais Aam PBNU, Gus Kikin tidak menyebut nama tertentu. Ia justru menekankan karakter yang menurutnya melekat pada ulama yang layak menjadi Rais Aam, yakni memiliki keilmuan yang kuat dan mampu mengamalkan ilmunya.
"Rais Aam kalau yang zaman dulu memang dari sisi keilmuannya, keilmuannya yang mumpuni. Kemudian memang yang terbaik itu namanya ulama adalah yang menjaga keilmuannya, jadi amalan-amalannya atau semua kegiatannya itu berbasis dari keilmuannya," pungkasnya.


















