Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rais Aam PBNU Tekankan Ekonomi Umat: Abad Kedua NU Harus Sejahtera

Kab. Jombang
Rais Aam PBNU Tekankan Ekonomi Umat: Abad Kedua NU Harus Sejahtera
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar. Dok. Youtube.
  • Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan penguatan ekonomi umat harus menjadi pijakan NU pada abad kedua, agar organisasi menghadirkan kesejahteraan nyata bagi warga dan masyarakat.
  • Ia menilai pengelolaan sumber daya wajib bertanggung jawab, tidak dimonopoli kelompok tertentu, serta diarahkan pada kemakmuran rakyat, produktivitas pertanian, dan pemulihan lingkungan rusak.
  • Kiai Miftach meminta aktivitas ekonomi dan pembangunan berlandaskan nilai ibadah serta moral, sekaligus berharap pemerintah memberi perhatian pada upaya peningkatan kesejahteraan umat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jombang, IDN Times - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan penguatan ekonomi umat harus menjadi salah satu pijakan utama Nahdlatul Ulama (NU) memasuki abad kedua. Ia mendorong NU tidak hanya memperkuat aspek keagamaan, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Miftach dalam sambutan penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026), yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah menteri.

Menurut Kiai Miftach, penguatan ekonomi harus ditempatkan sebagai bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi. Karena itu, pemanfaatan sumber daya tidak boleh hanya menghasilkan keuntungan bagi kelompok tertentu, melainkan harus bermuara pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an, “Inni ja'ilun fil ardhi khalifah”, yang menurutnya menjadi pijakan bahwa manusia memiliki amanah untuk mengelola dan memakmurkan bumi.

"Tidak ada orang kaya yang menang sendiri, yang memonopoli. Itu jelas sekali. Sehingga dengan tanzim yang ditata sedemikian rupa, terjadi pemakmuran-pemakmuran yang teratur," ujar Kiai Miftach.

Ia kemudian mengaitkan amanah tersebut dengan ayat “Wa huwa ansya'akum minal ardhi wasta'marakum fiiha”. Menurutnya, manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi dengan mengelola seluruh potensi yang tersedia secara bertanggung jawab.

"Allah memerintahkan kalian untuk memakmurkan bumi ini. Kita terapkan di seluruh pelosok, memakmurkan, menyelamatkan, semua kita terapkan," katanya.

Kiai Miftach menekankan upaya memakmurkan bumi harus menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Tidak hanya melalui pengembangan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, hingga memulihkan kawasan yang mengalami kerusakan.

Ia mencontohkan pentingnya menghijaukan kembali lahan pertanian dan gunung-gunung yang mengalami kerusakan. "Termasuk kita menghijaukan kembali sawah-ladang kita, menghijaukan kembali gunung-gunung yang sudah gundul di berbagai tempat," ujarnya.

Menurut Kiai Miftach, pembangunan dan aktivitas ekonomi juga harus memiliki dimensi ibadah. Ia mengutip ayat “Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liyabudun” yang menegaskan tujuan penciptaan manusia adalah beribadah kepada Allah.

Ia melanjutkan, aktivitas ekonomi dan pembangunan tidak boleh dilepaskan dari nilai moral dan ketuhanan. Kekayaan alam tidak semestinya hanya dieksploitasi tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Jangan sampai apa yang kita lakukan, kita mengolah tanpa ada nilai ibadah. Jangan sampai kita membangun dengan pembangunan yang luar biasa tetapi tanpa ada nilai ibadah," tegasnya.

Kiai Miftach menilai prinsip tersebut menjadi semakin penting bagi NU dalam memasuki abad kedua. Ia berharap NU mampu membangun kemandirian ekonomi sehingga manfaat keberadaan organisasi dapat semakin dirasakan warga Nahdliyin dan masyarakat secara luas.

"Di awal abad kedua ini betul-betul bagaimana Nahdlatul Ulama sejahtera ekonominya," katanya.

Ia juga meminta pemerintah, termasuk Presiden Prabowo, memberikan perhatian terhadap berbagai upaya yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat. "Semoga Bapak Presiden pun bisa memperhatikan semua apa yang kita lakukan demi untuk umat, demi kemaslahatan rakyat bersama ini," pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More