Ratusan Santri Keracunan MBG, Emil Sebut Tak Ada Korban Meninggal

- Pemprov Jawa Timur menelusuri dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis yang menimpa ratusan santri Manbaul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo.
- Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyatakan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional belum menemukan laporan resmi mengenai santri meninggal dunia.
- Satgas pemerintah daerah diterjunkan untuk memastikan perawatan santri terdampak berjalan lancar, sementara rincian penyebab insiden dan evaluasi pelaksanaan MBG terus dikumpulkan.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menelusuri insiden dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi bahwa pihak Pemprov tengah berkordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan validitas data kejadian tersebut.
Menanggapi isu yang beredar terkait adanya santri yang meninggal dunia akibat insiden ini, Emil membantah kabar burung tersebut. Berdasarkan penelusuran awal ke BGN, tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
"Ini sedang saya pastikan ke BGN. Kami tanyakan ke BGN tidak ada info soal santri yang meninggal dunia," tegas Emil saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Emil menambahkan bahwa Satuan Tugas (Satgas) dari pemerintah daerah telah diterjunkan ke lokasi untuk mengawal penanganan dampak insiden ini. Pemprov Jatim memastikan seluruh santri yang terdampak mendapatkan perawatan medis secara optimal tanpa kendala. "Tugas Satgas Pemda adalah fokus pastikan perawatan santri tidak terkendala," pungkasnya.
Hingga saat ini, Pemprov Jatim terus mengumpulkan rincian informasi lebih lanjut bersama pihak terkait guna memastikan penyebab pasti serta evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.


















