Pasien Keracunan MBG Sidoarjo sampai Meluber ke Poliklinik RS

- Ratusan santri MA dan MTs Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, diduga keracunan usai menyantap menu MBG berupa nasi, telur orak-arik, tempe, dan sayur kacang panjang.
- Korban terus berdatangan ke RSUD Dr Naotuporuo hingga meluber ke area poliklinik; sedikitnya 258 pasien dirawat dan sebagian besar telah dipasangi infus.
- Bupati Subandi menyebut pasien juga ditangani di RSI Siti Hajar dan RS Delta Surya; kondisi sebagian santri membaik, diare menurun, dan beberapa dipulangkan.
Sidoarjo, IDN Times - Ratusan santri diduga korban keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo terus berdatangan di RSUD Dr Naotuporuo, Selasa (1/9/2026). Pasien sampai meluber hingga area poliklinik rumah sakit.
Ratusan korban itu merupakan santri MA dan MTs Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka dilarikan ke rumah sakit usai makan MBG dengan menu nasi, telur orak arik, tempe dan sayur kacang panjang.
Pantauan IDN Times, benerapa dari mereka tampak ada yang berbaring di tempat tidur, ada juga yang duduk lemas di kursi-kursi rumah sakit. Hampir semua telah terpasang infus di tangan.
Data rumah sakit, setidaknya ada sebanyak 258 jiwa yang dirawat. Data ini masih terus bertambah karena masih banyak pasien yang baru datang.
Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan semua pasien telah tertangani dengan baik. Selain RSUD Noropuro, pasien juga dirawat ke RS Delta Surya dan RSI Siti Hajar.
"Siti Hajar ada kurang lebih 58 juga tertangani dengan baik, karena tadi prosesnya cepat. Di Delta Surya ada 15," ungkap dia.
Subandi mengklaim bahwa sebagian santri sudah mulai membaik. Beberapa bahkan akan dipulangkan. "Diare hari ini sudah turun semua, sudah ditangani, sebagian sudah tak suruh pulang," pungkas dia.


















