Karhutla Gunung Semeru Hanguskan 598 Hektare, Pemadaman Berlanjut

- Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Lumajang, telah menghanguskan sekitar 598 hektare dan pemadaman masih berlangsung pada 1 September 2026.
- CCTV masih memantau kepulan asap di beberapa titik, termasuk Ranu Kembang dan jalur pendakian; tebing curam serta angin kencang mempercepat perluasan api.
- Personel gabungan dibagi ke empat fokus pemadaman dan membuat sekat bakar; sekitar 170 pendaki dari Ranu Kumbolo telah dievakuasi dalam keadaan sehat dan selamat.
Lumajang, IDN Times - Proses pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Semeru di area Ranu Kumbolo masih terus berlangsung, Selasa (1/9/2026). Luas yang terbakar mencapai 598 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Seobroto mengatakan, visual dari CCTV Gunung Semeru, hingga saat ini masih terpantau beberapa titik kepulan asap. Mulai dari Blok Ranu Kembang, Wilayah Pos 1 Pendakian lokasi tepat berada di tebing punggungan, Jalur ayak ayak atau kawasan Ranu Kembang dan Barat Ranu Kumbolo. "Luas lahan terbakar kurang lebih 598 hektere, data berkembang," ujar Gatot kepada IDN Times.
"Lokasi obyek terbakar yang berada pada tebing dengan kemiringan yang sangat terjal dan angin bertiup cukup kencang yang mengakibatkan kebakaran cepat meluas," imbuhnya.
Saat ini upaya percepatan penanganan kebakaran dilakukan dengan membagi personel gabungan menjadi 4 titik fokus pemadaman, yaitu Pos Sendang, Blok Krepelan, Pos 1 dan 2, serta Pos Kalimati.
"Tim BPBD Provinsi Jatim saat ini melakukan giat pemadaman serta membuat sekat bakar dibawah Pos Jalur 1 pendakian semeru," ungkap dia.
Seperti diketahui, Karhutla terjadi di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026). Area yang terbakar berada di Ranu Kembang, sebelah barat Pos 4 jalur pendakian Semeru, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Sebanyak 170-an pendaki telah dievakuasi dari area kemah Danau Ranu Kumbolo. Seluruh pendaki dievakuasi dalam kondisi sehat dan selamat.




















