Santri Keracunan di Sidoarjo Ngaku Sayur MBG Rasanya Kecut

- Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengaku sayur kacang panjang dalam menu MBG terasa kecut sebelum mengalami mual dan pusing beberapa jam kemudian.
- Riski, salah satu korban, menyantap nasi, telur orak-arik, tempe bumbu bali, dan kacang panjang, lalu mendapat penanganan infus di RSUD Notopuro.
- Sebanyak 293 santri di Sidoarjo menjalani perawatan setelah diduga keracunan menu MBG pada Selasa (1/9/2026), dengan delapan orang dilaporkan dalam kondisi berat.
Sidoarjo, IDN Times - Santri korban keracunan di Sidoarjo mengaku sayur kacang panjang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak enak. Beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut mereka merasa mual hingga pusing.
Salah satu santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Riski mengatakan, siang tadi dia makan menu MBG nasi, telur orak-arik, tempe bumbu bali dan kacang panjang. Riski menghabiskan seluruh makanan tersebut. "Kacang tadi kurang enak, (rasanya) kecut," ujar Riski ditemui di RSUD Notopuro.
Sekitar pukul 18.30 WIB Riski merasakan gejala mual dan pusing. Dia pun dilarikan ke rumah sakit.
Saat ini, ia telah mendapat penanganan dengan diberi cairan infus. "(Yang dirasakan) mual, pusing," ungkap dia.
Ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengalami keracunan diduga usai makan dari menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026). Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.
Data terakhir, sebanyak 293 santri dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah mengalami kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, delapan santri disebut berada dalam kondisi berat.

















