293 Santri Keracunan MBG Dirawat di 8 RS, 8 Orang Kondisinya Berat

- Sebanyak 293 santri dirawat di delapan rumah sakit di Sidoarjo setelah mengalami keracunan program MBG.
- Delapan santri dilaporkan dalam kondisi berat dan memerlukan perawatan serta observasi lebih lanjut di rumah sakit.
- Dinkes Sidoarjo terus memantau pasien; keluarga mulai berdatangan, sementara sebagian santri sudah bisa diajak bicara dan lainnya masih lemas.
Sidoarjo, IDN Times – Sebanyak 293 santri dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah mengalami kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, delapan santri disebut berada dalam kondisi berat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan para santri yang kondisinya berat membutuhkan perawatan dan observasi lebih lanjut.
“Delapan orang,” kata Lakhsmie saat dikonfirmasi mengenai jumlah santri yang berada dalam kondisi berat.
Menurut dia, kondisi berat tersebut membuat para santri membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk menjalani observasi. Namun, Lakhsmie mengaku belum melihat langsung kondisi para pasien yang dimaksud.
“Ya tentunya butuh perawatan untuk observasi. Karena saya masih belum lihat ke sana, baru masuk,” ujarnya.
Lakhsmie menyebut, hingga informasi terakhir yang diterima Dinkes Sidoarjo, total santri yang menjalani perawatan mencapai 293 orang. Mereka tersebar di delapan rumah sakit.
Beberapa rumah sakit yang disebut menangani para santri tersebut di antaranya Notopuro, Siti Hajar, Pusura, Delta Surya, Fatimah, dan rumah sakit di wilayah Porong.
“Terakhir sudah 293,” kata Lakhsmie.
Dengan demikian, Dinkes Sidoarjo masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri yang menjalani perawatan, termasuk delapan pasien yang dilaporkan dalam kondisi berat.
Pantauan IDN Times, di beberapa rumah sakit seperti RS Notopuro dan RS Siti Hajar, tampak keluarga para santri mulai berdatangan. Beberapa santri juga sudah bisa diajak bicara, beberapa lainnya masih terbaring lemas.


















