Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

SPPG Kalitengah Kantongi SLHS, Dihentikan Usai 431 Santri Keracunan

Kab. Sidoarjo
SPPG Kalitengah Kantongi SLHS, Dihentikan Usai 431 Santri Keracunan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. (IDN Times/Khusnul, Hasana)
  • SPPG Kalitengah Tanggulangin, Sidoarjo, dihentikan sementara setelah diduga terkait keracunan lebih dari 431 santri, meski telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
  • Fasilitas dapur, sertifikasi penjamah makanan, dan sertifikasi halal disebut telah memenuhi standar. Namun, Pemprov menelusuri kemungkinan masalah bahan makanan atau pelaksanaan yang menyimpang dari SOP.
  • SPPG yang melayani 19 lembaga dan mendistribusikan 2.800 porsi MBG sedang diperiksa. BGN menunggu evaluasi serta hasil laboratorium untuk menentukan penghentian sementara atau permanen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sidoarjo, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memastikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin Sidoarjo yang diduga menjadi penyebab keracunan 431 lebih santri sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini SPPG tersebut telah dihentikan sementara untuk proses penyelidikan.

"Nah, sebenarnya SPPG ini sudah memperoleh SLHS, kita telusuri," ujar Emil saat di RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (2/9/2026) dini hari.

Selain SLHS, sarana prasarana SPPG tsrsebut juga telah memadai. Bahkan, tenaga-tenaga di dapur tersebut telah mengikuti sertifikasi penjamah makanan hingga sertifikasi halal.

"Pasti pertanyaan teman-teman, "Kok masih bisa?" Nah, inilah yang memang tidak bisa instan jawabnya. SLHS ini menilai sistem dan sarpras," ungkap dia.

Meski SPPG tsrsebut telah memenuhi standar yang ada, Emil menyebut celah kesalahan bisa saja terjadi. "Tetapi tetap saja dengan sarpras dan sistem, masih ada ruang kalau misalnya katakanlah bahan makanannya dari awalnya, atau timing pelaksanaan menyimpang dari SOP yang diverifikasi, itu bisa saja menyebabkan masalah," ucapnya.

SPPG tersebut melayani 19 lembaga pendidikan. Di hari Selasa (1/9/2026), SPPG mendistribusikan 2.800 porsi MBG. Menunya adalah nasi putih, tempe bumbu bal, sayur buncis dan telur orak-arik.

Pihaknya tengah menelusuri, menu apa yang diduga menjadi penyebab ratusan santri keracunan. Beberapa santri menyampaikan telur tidak enak, beberapa lainnya menyampaikan sayurnya basi. "Tapi ada yang nggak nyentuh sayurnya, tapi juga mengalami masalah keracunan makanan. Nah, walaupun kadang-kadang memang karena itu dikemas bersamaan, meskipun bukan bersumber dari lauk yang itu," ucapnya.

Ia pun berharap agar Badan Gizi Nasional (BGN) menelusuri dugaan keracunan ini. Untuk mendukung proses penyelidikan SPPG Kalitengah telah dihentikan sementara. "Tapi ini yang ditelusuri dan ini menjadi kompetensi dari BGN dan mungkin dari apa namanya, epidemiologi ya tadi. Nah, penyelidikan lebih lanjut. Jadi itu dari pihak BGN, yang jelas dapur itu di-suspend," pungkas dia.

Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo mengatakan, belum bisa memastikan sampai kapan SPPG tsrsebut berhenti beroprasi. Hal ini menunggu hasil pemeriksaan dan evaluasi dadi BGN pusat.

"Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah di-suspend-nya suspend sementara atau suspen permanen," pungkas dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More