Kunjungi Korban Keracunan MBG Sidoarjo, Emil: Pasien Berangsur Membaik

- Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di RSUD Notopuro Sidoarjo dan menyatakan pasien berangsur membaik tanpa korban meninggal.
- Sebanyak 293 santri menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit Sidoarjo, dengan delapan orang dalam kondisi berat; sebagian pasien telah pulang.
- Makanan dari SPPG Kalitengah Tanggulangin diduga menjadi sumber keluhan di pesantren dan 19 lembaga pendidikan lain; pasien mendapat rehidrasi, obat, serta penanganan sesuai kondisi.
Sidoarjo, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengunjungi korban keracunan diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026). Ia memastikan, pasien berangsur membaik.
Dalam kunjungan tersebut, dia nampak melihat pasien yang tengah menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan juga di bagian poliklinik rumah sakit. Ia juga terlihat berbicara dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Usai kunjungan Emil memastikan bahwa seluruh pasien telah tertangani dengan baik. Proses penanganan oleh rimah sakit dilakukan dengan pemberian infus untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada korban.
"Jadi rehidrasi ini penting kemudian memberikan obat," ujarnya.
Di samping itu, pasien dengan penyakit komorbid dan alergi obat juga telah ditangani. Mereka mendapat penanganan khusus.
"Ada tadi yang alergi obat, itu juga sudah ada penanganan, jadi dimonitor. Jadi semua ini bukan ditangani seragam, tapi kekhususan terhadap kondisi masing-masing pasien juga ada," ungkap dia.
Emil menuturkan, beberapa di antara pasien sudah membaik. Mereka bahkan sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Tadi kita lihat ada veldbed yang sudah mulai dilipat karena sudah dipulangkan. Tapi rumah sakit tetap siaga. Bahkan tenaga-tenaga medis yang on call dipanggil semua, sehingga ini bisa tertangani,"
Ia memastikan bahwa sampai saat ini, tidak ada korban yang meninggal dunia. "Tidak ada meninggal seperti kabar yang beredar," ungkapnya.
Orang nomor dua di Jawa Timur ini menjelaskan bahwa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin dengan menu makanan nasi, telur orak arik, tempe bumbu bali dan sayur buncis. Selain Pondok Pesantren Manbaul Hikam, SPPG tersebut juga melayani 19 lembaga pendidikan lainnya.
"Ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG," pungkas dia.
Sebelumnya, ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengalami keracunan diduga usai makan dari menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026). Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.
Data terakhir, sebanyak 293 santri dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah mengalami kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, delapan santri disebut berada dalam kondisi berat.

















