Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dua Jam Usai Santap MBG, 532 Santri Bertumbangan di Kelas

Kab. Sidoarjo
Dua Jam Usai Santap MBG, 532 Santri Bertumbangan di Kelas
Kondisi di RSUD Notopuro Sidoarjo saat ratusan santri mengalami keracunan MBG, Selasa (1/9/2026). IDN Times/Khusnul Hasana
  • Sebanyak 532 santri Ponpes Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis di delapan rumah sakit akibat dugaan keracunan makanan.
  • Gejala mual dan muntah muncul sekitar dua jam setelah santri menyantap Makan Bergizi Gratis pukul 13.00 WIB, lalu banyak yang bertumbangan usai salat Asar.
  • Dinkes Sidoarjo mencatat total pasien hingga 2 September 2026 pukul 12.00 WIB; status Kejadian Luar Biasa masih dalam pembahasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sidoarjo, IDN Times – Dugaan keracunan makanan dialami ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Sebanyak 532 santri harus mendapatkan penanganan medis di delapan rumah sakit.

Dugaan keracunan terjadi saat jam pelajaran sekolah. Sejumlah santri mulai mengalami gejala mual dan muntah sekitar dua jam setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah seorang wali santri asal Sukodono, Baqiyah, mengatakan anaknya sempat menceritakan kondisi para santri di kelas. Menurut cerita anaknya, para santri mulai mengalami gejala keracunan sekitar pukul 15.00 WIB.

"Sekitar jam 13.00 makan MBG. Kemudian setelah salat Asar, para santri mulai bertumbangan di kelas masing-masing," ujar Baqiyah kepada IDN Times, Rabu (2/9/2026).

Baqiyah mengatakan anaknya telah dibawa pulang setelah mendapatkan penanganan di RS Siti Hajar, Sidoarjo, pada Selasa malam. Namun, kondisi anaknya belum sepenuhnya pulih. "Masih mengalami diare, tapi tidak parah," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mengonfirmasi jumlah pasien yang mendapatkan penanganan akibat dugaan keracunan MBG mencapai 532 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi pasien yang ditangani di delapan rumah sakit hingga Rabu (2/9/2026) pukul 12.00 WIB. Namun, Dinkes Sidoarjo belum memastikan apakah peristiwa tersebut akan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). "Masih kita diskusikan," katanya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More