Kasus ASN Bangkalan Belum Terungkap, Polda Jatim Perkuat Penyidikan

- Polda Jatim resmi memperkuat penyelidikan kasus kematian ASN Pemkab Bangkalan RYS yang ditemukan tewas di mobil dinas di Bandara Juanda.
- Hasil autopsi menunjukkan indikasi kekerasan dan tanda-tanda asfiksia, namun penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi pembusukan lanjut.
- Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi serta belum menetapkan tersangka maupun motif, sementara proses pengumpulan bukti terus dilakukan.
Surabaya, IDN Times - Sepekan setelah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berinisial RYS (51) ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, pelaku maupun penyebab pasti kematiannya masih belum terungkap. Di tengah menguatnya dugaan pembunuhan berdasarkan hasil autopsi, Polda Jawa Timur (Jatim) memastikan akan turun tangan memperkuat penyelidikan bersama Polresta Sidoarjo.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, seluruh unsur kepolisian akan bersinergi untuk mempercepat pengungkapan kasus yang menyita perhatian publik tersebut.
"Upaya sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk dapat cepat mengungkap kasus ini akan terus kami lakukan. Mohon doanya mudah-mudahan segera tertangkap," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Polda Jatim turut mengawal proses pengungkapan kasus yang hingga kini masih berada pada tahap penyelidikan.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra, menyebut hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Meski demikian, polisi belum membeberkan detail perkembangan penyidikan.
"Masih lidik, nanti diinformasikan kalau sudah rilis resmi," katanya.
Dugaan pembunuhan menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul.
Selain itu, dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan organ dalam juga memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.
Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi pembusukan lanjut pada organ tubuh korban. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi Laboratorium Forensik Polda Jatim terhadap sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban.
Tim forensik sebelumnya memperkirakan RYS telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Juanda.
Hingga kini, polisi belum mengumumkan adanya tersangka maupun motif di balik kematian ASN Pemkab Bangkalan tersebut. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk melengkapi rangkaian penyelidikan.


















