Update Karhutla Gunung Bromo Menjalar hingga 70 Hektare

- Karhutla di kawasan Gunung Bromo meluas dari 10 menjadi sekitar 70 hektare dalam sehari, membakar cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
- Sebanyak 257 personel gabungan melakukan pemadaman darat dengan sekat bakar dan penyemprotan, namun cuaca kering, angin barat, serta lereng sulit dijangkau menghambat upaya.
- Kepala BNPB Suharyanto meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan BMKG terkait modifikasi cuaca, tetapi operasi belum dapat dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan hujan.
Malang, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas. Hingga saat ini, kebakaran di wilayah milik Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini belum bisa dipadamkan meski ratusan personel pemadam telah diturunkan.
1. Karhutla kawasan Gunung Bromo telah mencapai 70 hektare

Hanya dalam 1 hari, karhutla yang awalnya hanya menghanguskan 10 hektare hutan di Gunung Bromo kini telah mencapai 70 hektare. Api dengan cepat meluas karena cuaca kemarau menyebabkan vegetasi di kawasan tersebut mudah terbakar. Vegetasi yang terbakar diantaranya cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
"Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 70 Hektare. Rembetan api sudah melalui tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang dan mengarah ke wilayah Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dan dari tugu perbatasan," terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto pada Rabu (5/8/2026).
2. Sebanyak 257 personel diturunkan untuk memadamkan api

Purwoto menjelaskan kalau sebanyak 257 personel telah diturunkan yang terdiri dari BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, BB TNBTS, TNI/Polri, Perangkat Desa Ngadas dan Kecamatan Poncokusumo, serta relawan. Meskipun demikian, api belum bisa dijinakkan karena cuaca kering dan angin yang mengarah ke barat membuat api dengan cepat merembet.
"Tim gabungan pemadaman melaksanakan operasi pemadaman darat dengan pembuatan sekat bakar serta penyemprotan dengan 1 unit armada truk pemadam dari TNBTS. Kemudian 1 unit mobil tangki portabel dari TNBTS dan 1 unit armada truk tangki dari BPBD Provinsi Jawa Timur," jelasnya.
Ia juga menjelaskan kalau titik api yang berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau oleh petugas pemadaman darat. Hal ini menyebabkan petugas harus menggunakan alat seadanya untuk memadamkan api.
3. Kepala BNPB hari ini datang langsung memantau upaya pemadaman

Lebih lanjut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto juga datang langsung untuk meninjau upaya pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo. Ia melihat langsung dampak kebakaran di yang telah menghanguskan 70 hektare kawasan hutan di Gunung Bromo ini.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca sebagai uapaya pemadaman karhutla. Tapi sampai saat ini masih belum ada pertumbuhan awan hujan, jadi dalam beberapa hari untuk operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan," pungkasnya.

















