Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Di Surabaya, Menteri UMKM Disambati Soal Persaingan dengan Produk Impor

Kota Surabaya
2 min read
Di Surabaya, Menteri UMKM Disambati Soal Persaingan dengan Produk Impor
Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Pelaku UMKM di Surabaya mengeluhkan persaingan produk impor kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Bursa Wirausaha Unggulan dan akad massal KUR Jawa Timur 2026.

  • Maman menyebut tantangan UMKM beragam, mulai dari perizinan, sertifikasi, permodalan, hingga pemasaran; produk yang tidak terjual dapat berujung pada kebangkrutan meski sudah mendapat pembiayaan.

  • Kementerian UMKM berupaya menekan masuknya produk luar negeri karena pasar domestik dinilai dipenuhi barang impor dari China, termasuk garmen, pakaian, dan tekstil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman mendapat keluhan dari para pelaku UMKM saat menghadiri acara program Bursa Wirausaha Unggulan, serta akad masal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jawa Timur 2026 di Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (23/6/2026). Keluhan tersebut salah satunya soal persaingan dengan produk Impor.

Maman mengatakan, masalah yang dihadapi UMKM saat ini kompleks. Ada yang mengeluh terkait perizinan, sertifikasi, permodalan hingga pemasaran. "Tadi banyak (keluhannya) kan gini, mbak, kompleksitas contoh ya misalnya, ada 10 orang. 10 orang pengusaha pasti dengan 10 isu, dengan 10 masalah, dengan 10 problematika," ujarnya di ITS.

Terkait masalah sertifikasi dan perizinan, Maman memastikan bahwa masalah tersebut kini dalam proses penyelesaian. Kemudian masalah permodalan sudah dibantu melalu KUR. "Tetapi sering sekali UMKM kita dia enggak mampu jual barangnya," jelas Maman.

Kemudian, masalah berikutnya adalah soal pemasaran. UMKM sering kali tersendat cara memasarkan produknya, sehingga tidak laku yang kemudian berujung pada kebangkrutan.

"Akhirnya ujung-ujung pada saat sudah dikasih pembiayaan, dia enggak bisa jual barang, bangkrut juga, karena barangnya enggak laku," ungkap dia.

Maman menyebut, kendala pemasaran produk UMKM ini lantaran barang-barang pasar domestik Indonesia telah dipenuhi produk impor dari Cina. Untuk itu, Kementerian UMKM berusaha menekan masuknya produk-produk dari luar negeri.

"Beberapa hari yang lalu juga Pak Presiden sudah memanggil Dirjen Bea Cukai, Kemenko Perekonomian, dan beberapa instansi terkait untuk mulai membatasi masuknya barang-barang impor dari luar, salah satunya garmen, baju, tekstil, segala macam," terang dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More