Karhutla di Kawasan Gunung Bromo Meluas, Sekarang Sudah 10 Hektare

- Kebakaran di Blok Bantengan atau Bukit Jantur, kawasan Gunung Bromo, sejak Rabu malam telah membakar sekitar 10 hektare vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak.
- Cuaca terik, vegetasi kering, angin sedang ke arah barat, serta lokasi lereng yang sulit dijangkau membuat api terus meluas dan menyulitkan pemadaman darat.
- Petugas gabungan membuat sekat bakar dan melakukan penyemprotan, sambil menunggu tambahan mobil tangki air; akses Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup bagi pengunjung.
Malang, IDN Times - Kawasan hutan di Gunung Bromo tepatnya di Blok Bantengan dilaporkan kebakaran sejak Rabu (3/8/2026) malam. Sampai saat ini, api belum bisa dijinakkan meskipun personel gabungan telah diturunkan untuk memadamkan api.
1. BPBD Kabupaten Malang sebut kebakaran kini capai 10 hektare

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto menceritakan jika awalnya titik api terpantau di kaldera Bromo bukit Jantur/Bantengan pada wilayah admistratif Kabupaten Probolinggo. Api kemudian meluas hingga saat ini sekitar tercatat ada 10 hektare lahan terbakar dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar.
"Wilayah terdampak kebakaran hutan di Bantengan/Bukit Jantur saat ini semakin meluas dengan jarak dari wilayah administrasi Kabupaten Malang sekitar 500 m jika diukur dengan pola pengukuran jarak tempuh jalan darat. Tim gabungan pemadaman saat ini melaksanakan pemadaman darat dengan pembuatan sekat bakar serta penyemprotan dengan mobil pemadam TNBTS," terangnya pada Selasa (4/8/2026).
2. Cuaca terik dan angin mengarah ke barat membuat api sulit dipadamkan

Purwoto mengungkapkan jika cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin sedang ke arah barat. Kondisi ini menyebabkan vegetasi di kawasan ini kering, sehingga api dengan mudah merambat.
"Selain itu, titik lokasi berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau oleh petugas pemadaman darat. Ini membuat mobilitas petugas gabungan sulit, selain itu kendaraan pembawa air juga tidak bisa menjangkau," jelasnya.
3. Petugas gabungan kini membutuhkan tambahan mobil tanki air

Purwoto melanjutkan jika saat ini para petugas gabungan melakukan pemadaman dengan alat seadanya karena keterbatasan alat pemadam api. Oleh karena itu mereka mendatangkan mobil tanki air dari Surabaya.
"Kebutuhan mendesak saat ini adalah penambahan unit mobil tangki air untuk penyemprotan. Rencananya akan dikirim 1 unit mobil tangki air dari BPBD Provinsi Jawa Timur dengan rencana pengambilan air di Desa Ranupani," pungkasnya.
Sebelumnya, Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga telah melakukan penutupan di pintu masuk kawasan Jemplang, Coban Trisula (Malang) dan Senduro (Lumajang) ditutup untuk pengunjung. Tapi pengunjung dapat masuk ke dalam Kawasan Wisata Bromo melalui pintu Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan) dengan batasan yang boleh dikunjungi adalah area Lautan Pasir, dan tidak diperkenankan berkunjung di area Savana
















