Sekolah Rakyat Jatim Diperluas ke 38 Daerah

Pemprov Jawa Timur memperluas Sekolah Rakyat untuk menjangkau masyarakat Desil 1 dan 2 di seluruh 38 kabupaten/kota, dengan usulan lahan baru di Kota Batu.
Pada 2025 terdapat 26 Sekolah Rakyat rintisan. Memasuki 2026, 29 lokasi beroperasi, terdiri dari 18 sekolah permanen dan 11 sekolah rintisan.
Tahap berikutnya menyiapkan 10 sekolah permanen; enam daerah telah disetujui, empat menunggu persetujuan, sementara sejumlah wilayah lain masih belum memiliki Sekolah Rakyat.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus mendorong perluasan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) agar program pendidikan yang menjangkau masyarakat Desil 1 dan 2 dapat menjangkau seluruh 38 kabupaten/kota di wilayah setempat.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani mengatakan, Pemprov Jatim telah mengusulkan satu lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Batu. Sementara itu, 18 Sekolah Rakyat permanen telah masuk dalam tahapan pengembangan program.
âDari 38 kabupaten/kota, Pemprov Jatim mengusulkan satu lahan di Kota Batu. Selebihnya, kami menyiapkan usulan untuk 19 kabupaten/kota lainnya,â ujar Novi kepada IDN Times, Rabu (23/9/2206).
Novi menambahkan, perluasan Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap. Pemerintah tidak hanya membangun sekolah permanen, tetapi juga menjalankan Sekolah Rakyat rintisan di sejumlah daerah sebagai bagian dari proses pengembangan layanan pendidikan.
Berdasarkan perkembangan program, pada 2025 terdapat 26 Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan. Sekolah tersebut tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten Mojokerto, Pacitan, Banyuwangi, Gresik, Kediri, Lamongan, Jombang, Trenggalek, Ponorogo, hingga beberapa wilayah lain.
Memasuki 2026, jumlah Sekolah Rakyat yang beroperasi mencapai 29 lokasi. Rinciannya, sebanyak 18 merupakan Sekolah Rakyat permanen, sedangkan 11 lainnya masih berstatus rintisan.
Pemprov Jatim juga menyiapkan pembangunan 10 Sekolah Rakyat permanen pada tahap berikutnya. Dari jumlah tersebut, enam daerah telah mendapatkan persetujuan, yakni Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tulungagung, Kota Mojokerto, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Magetan.
Sementara itu, empat daerah lain masih menunggu persetujuan meski dinilai layak untuk dikembangkan. Keempat daerah tersebut yakni Kota Probolinggo, Kota Malang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sumenep.
Novi mengatakan, perluasan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Proses pengusulan lahan dan pengembangan sekolah dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah.
Pada tahap selanjutnya, sejumlah daerah juga telah disiapkan untuk mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Beberapa daerah yang masuk daftar prioritas antara lain Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pamekasan, dan Kota Batu.
Adapun sejumlah daerah lainnya masih belum memiliki Sekolah Rakyat rintisan maupun permanen. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Blitar, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Situbondo.
Pemprov Jatim menargetkan pengembangan Sekolah Rakyat dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengakses pendidikan yang layak.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















