Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memaparkan realisasi anggaran tahun 2025 dalam Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pada Rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (30/3/2026). Kinerja keuangan daerah tercatat positif.
Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2025, pendapatan daerah Jatim mencapai Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target Rp28,55 triliun. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp31,20 triliun atau 93,82 persen dari target Rp33,25 triliun.
"Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Khofifah.
Selain realisasi anggaran, capaian kinerja program juga tergolong tinggi. Secara kumulatif, realisasi kinerja Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 mencapai 98,33 persen dari total 4.021 indikator, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 98,25 persen.
Terkait pertumbuhan ekonomi, tercatat sebesar 5,33 persen, melampaui target RKPD yang berada di kisaran 4,80 - 5,20 persen. Sementara, kontribusi Jatim terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40 persen, serta 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Jatim pada 2025 tercatat sebesar 2,93 persen (year-on-year). Kinerja investasi juga mencatat hasil dengan realisasi mencapai Rp147,7 triliun, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Di sektor perdagangan, nilai ekspor meningkat 16,61 persen, didorong kinerja ekspor nonmigas.
Sepanjang 2025, Pemprov Jatim juga mencatat transaksi misi dagang dalam negeri sebesar Rp16,31 triliun dari 12 kali kegiatan, melampaui capaian kumulatif 2019–2024. Sedangkan misi dagang luar negeri ke Singapura menghasilkan transaksi Rp4,16 triliun.
"Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif dan sinergi seluruh elemen pembangunan di Jawa Timur,” pungkas Khofifah.
