Khofifah: Penjualan Hewan Kurban Jatim Meningkat karena Jual Online

- Gubernur Khofifah menyampaikan penjualan hewan kurban di Jawa Timur meningkat signifikan pada Iduladha 2026, terutama karena banyak peternak memanfaatkan platform online.
- Salah satu contoh peningkatan terjadi di Lamongan, dengan penjualan naik sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya berkat transaksi digital yang menjangkau berbagai daerah.
- Pemprov Jatim mendukung kesehatan hewan kurban melalui pemberian vitamin dan vaksinasi PMK agar ternak tetap sehat serta aman dikonsumsi masyarakat.
Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut penjualan hewan kurban di Jawa Timur pada Iduladha 2026 ini mengalami peningkatan. Peningkatan ini lantaran banyak penjual yang memanfaatkan platform online.
"Yang juga membahagiakan bahwa yang kita kunjungi rata-rata mereka menyampaikan penjualannya jauh lebih signifikan dibanding dengan tahun lalu," ujar Khofifah saat penyerahan hewan kurban di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (27/5/2026).
Salah satu peternakan yang dia kunjungi di Kabupaten Lamongan misalnya, penjualan hewan kurban di peternakan tersebut meningkat hingga 30 persen dibanding tahun lalu. Bila tahun lalu peternak menjual 260 ekor hewan kurban, tahun ini mencapai 300 ekor.
"Hari ini masih ada itu transaksi jual belinya karena kan ini sampai hari tasyrik ya, sampai hari Sabtu," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan penjualan hewan kurban di Jawa Timur ini karena masyarakat sudah banyak yang memanfaatkan platform online. Sehingga, penjualan hewan kurban peternak dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
"Karena banyak di antara mereka menjual secara digital. Jadi digital ekosistem itu sangat membantu, baik bagi peternak maupun bagi pembeli," tutur dia.
Khofifah menambahkan, untuk menunjang kesehatan hewan kurban, Pemprov Jatim telah memberikan bantuan vitamin hingga vaksin kepada hewan kurban. Dengan begitu, hewan kurban yang sampai kepada masyarakat pun aman dan sehat.
"Rata-rata mereka yang kita kunjungi baik di Nganjuk, Mojokerto, Tuban, maupun Lamongan, mereka menyampaikan terima kasih kepada Pemprov melalui Dinas Peternakan karena ada vitamin dan vaksinasi PMK terutama, itu sangat membantu mereka," terang dia.
Salah satu penyakit yang paling ditakutkan peternak adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemberian vitamin dan vaksinasi hewan menjadi langkah preventif pemerintah untuk mencegah penyakit tersebut.
"Karena itu, kita melakukan langkah-langkah preventif semaksimal mungkin melalui vaksinasi dan pemberian vitamin untuk sapi-sapi dan ternak lainnya," pungkas dia.

















