Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Suhu Ekstrem Saat Puncak Haji, Jemaah Surabaya Dipastikan Aman

Suhu Ekstrem Saat Puncak Haji, Jemaah Surabaya Dipastikan Aman
Jemaah haji 2026 menuggh waktu wukuf (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Intinya Sih
  • Suhu ekstrem hingga 47 derajat Celsius melanda Mekkah saat puncak ibadah haji, namun seluruh jemaah asal Embarkasi Surabaya dipastikan dalam kondisi aman.
  • PPIH Surabaya menerapkan langkah antisipatif seperti imbauan salat di tenda dan penggunaan payung agar jemaah tidak terpapar panas berlebih.
  • Petugas disiagakan penuh termasuk untuk lansia dan jemaah sakit melalui fasilitas safari wukuf, tanpa laporan kasus kesehatan berat maupun kematian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Suhu panas ekstrem mencapai 47 derajat celsius dikabarkan terjadi di Mekkah, Arab Saudi saat puncak Ibadah Haji, Selasa (26/5/2026). Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya memastikan seluruh jemaah asal PPIH Surabaya dalam kondisi baik-baik saja.

Kepala PPIH Embarkasi Surabaya As'adul Anam menuturkan, otoritas Arab Saudi selalu memberikan peringatan kepada jemaah haji terkait dengan cuaca ekstrem yang sedang terjadi. Mereka diperingatkan agar selama di Arafah, melaksanakan salat duhur dan asar di dalam tenda, sehingga tidak terpapar suhu ekstrem di luar tenda.

"Jika mereka melakukan kegiatan di luar tenda, maka mereka harus menggunakan payung. Dan diminta sampai dengan jam 4.00 waktu Arab Saudi, itu jemaah baru boleh keluar dari tenda karena panasnya memang mencapai 47 derajat Celcius, seperti itu," ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Anam menuturkan, hingga hari ini pihaknya belum menerima informasi mengenai jemaah yang mengalami masalah kesehatan berat selama menjalankan Wukuf di Padang Arafah. Petugas telah disiagakan sebaik mungkin untuk melayani jemaah selama di Arafah.

"Alhamdulillah baik-baik saja, karena semua sudah dipersiapkan dengan matang, baik itu petugas, baik itu pergerakan jemaah, baik itu panitia di sana. Bahkan saat ini ada 700 petugas dari syarikah yang disiapkan di Arafah," ungkap dia.

Sementara terkait dengan jemaah lansia, pihaknya juga memastikan mereka baik-baik saja. Jemaah lansia mendapatkan tempat yang nyaman agar tetap bisa melaksanakan wukuf dengan baik.

"Untuk jemaah yang lansia, saya kira enggak ada masalah karena tendanya juga cukup nyaman dan mereka juga sudah melaksanakan apa namanya, mendapatkan tempat yang apa namanya sesuai dengan harapan jemaah yang saat ini sedang melaksanakan wukuf," terangnya.

Bagi jemaah yang sedang sakit, mereka tetap difasilitasi melalui program safari wukuf menggunakan mobil khusus sebelum dikembalikan ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan.

Anam bersyukur, sampai pelaksana wukuf selesai, pihaknya juga belum menerima laporan adanya jemaah yang meninggal dunia. "Sampai dengan saat ini, pada saat wukuf ini tidak ada kabar terkait dengan meninggalnya jemaah pada saat mengikuti wukuf ini. Sampai meninggal, enggak ada," pungkas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More