Menyanyi di Suhu 12 °C, Bilal hingga Isyasana Syahdukan Jazz Gunung Bromo 2026

Probolinggo, IDN Times - Musisi Bilal Indrajaya hingga Isyasana Sarasvati sukses menghangatkan suasana dinginnnya Gunung Bromo di BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Sabtu (25/6/2026). Meski baru pertama mereka tampil di panggung ini, keduanya mampu membuat para penonton larut dalam lantunan lagu yang mereka bawa.
Festival ini dibuka dengan penampilan grup musik dari Taiwan, Pluto ft Cait Lin, kemudian dilanjutkan atraksi panggung dari Bilal Indraja. Keduanya tampil epik menghangatkan dinginnya senja di Gunung Bromo. Bilal membuka panggungnya dengan lagu 'NPT'. Lagu-lagu seperti 'Akhir Pekan yang Hilang' hingga 'Dara' pun turut menambah kesyahdudan sore Amphiteater. Satu jam jeda, penampilan dilanjutkan dengan panggung Batavia Colection dan Ring of Fire. Suasana malam Bromo yang semakin dingin pun menjadi hangat oleh penampungan mereka.
Malam semakin larut, tapi penonton Jazz Gunung Bromo malah makin ramai. Mereka menunggu penampilan Isyana Sarasvati yang menjadi perdana manggung di Jazz Gunung Bromo. Pukul 21.55 WIB saat suhu Gunung Bromo mencapai 12 derajat celsius, Isyana pun tampil sebagai penutup dari penampil-penampil sebelum. Ia membuka panggungnya dengan lagu 'Lexicon'.
"Nyanyi dengan bibir nempel-nempel begini, dan jari jemari juga diberikan challenge, tapi aku senang banget," ujar Isyana di atas panggung.
Berbeda dengan panggung lainnya, di Jazz Gunung Bromo, sejumlah lagu-lagunya dibawakan dengan format akustik dan chmaber strings. Hal ini menambah kesyahdudan suasana Bromo yang semakin dingin.
"Aku sih sekarang lagi di fase musik yang sangat eksploratif yang sangat jujur dan merdeka," ditemui di belakang panggung.
Jazz Gunung Bromo mengusung konsep 'Jazztination' yang menggabungkan musik, destinasi wisata Bromo dan budaya. Rangkaian event ini digelar sejak tanggal 18 hingga 25 Juli 2026.


















