Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hasil Laboratorium Keracunan MBG di Sidoarjo, Tiga Bakteri Ditemukan

Kab. Sidoarjo
Hasil Laboratorium Keracunan MBG di Sidoarjo, Tiga Bakteri Ditemukan
Area lobi poliklinik dipenuhi pasien keracunan MBG. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Dinkes Sidoarjo menemukan bakteri E. coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus pada sampel makanan MBG serta muntahan korban dugaan keracunan.
  • Hasil laboratorium telah dilaporkan kepada Bupati dan diserahkan ke Polresta Sidoarjo sebagai bahan investigasi serta rujukan proses penyelidikan.
  • Keracunan massal terjadi setelah siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam menyantap menu MBG pada 1 September 2026; ratusan korban dirujuk ke rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sidoarjo, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan ratusan santri dan siswa keracunan. Hasilnya, setidaknya ada tiga jenis bakteri yang ditemukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati mengatakan, tiga jenis bakteri iru adalah Escherichia coli atau E. coli, Staphillococcus aureus dan Bacillus cereus. Bakteri tersebut ditemukan dalam sampel makanan dan hasil muntahan yang telah diuji.

"Pada umumnya kasus keracunan pangan, yang ditemukan E. coli, Staphillococcus aureus dan Bacillus cereus. Dari seluruh sampel makanan diambil dan muntahan," ujarnya, Jumat (11/9/2026).

Diberitakan sebelumnya, hasil laboratorium dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo sudah keluar. Ada satu sampel yang ditemukan positif bakteri.

Ketua Satgas MBG Sidoarjo, M Ainur Rohman membernarkan hal tersebut. Dari beberapa sampel yang diuji, terdapat satu sampel yang dinyatakan positif mengandung bakteri.

"Ada, ada satu yang positif gitu, tapi kan saya enggak hafal. Ini apa yang positif," ujar Ainur kepada IDN Times, Jumat (11/9/2026). Tetapi, dia tak bisa menyebut, apa jenis bakterinya.

Hasil laboratorium itu kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan Sidoarjo. Nantinya, Dinas Kesehatan yang akan menjelaskan secara detail. "Kami sudah laporkan ke Bupati," ungkap dia.

Ainur menuturkan, hasil laboratorium itu juga akan dijadikan sebagai bahan investigasi penyebab ratusan santri dan siswa keracunan.

"Ya, itu bagian dari kami. Kalau sewaktu-waktu ada yang menanyakan, ya ada mungkin kalau misalkan itu menjadi sebuah investigasi, kita sudah ada deteksinya yang kita siapkan. Karena itu (pemeriksaan laboratorium) kemarin kan atas inisiasi kita," ungkap dia.

Pihaknya juga telah menyerahkan hasil laboratorium itu kepada Polresta Sidoarjo. Hal tersebut sebagai bagian dari alat bukti penyelidikan kepolisian.

"Sudah diserahkan kemarin (ke kepolisian) atas perintah Pak Bupati. Kan kita bagian dari Forkopimda, ya kalau dibutuhkan untuk proses penyidikan atau apa, itu menjadi sebuah rujukan," pungkas dia.

Sekadar diketahui, petaka keracunan makanan massal para siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo ini terjadi usai menyantap menu MBG pada Selasa 1 September 2026, saat jam makan siang pukul 13.00 WIB. Kemudian para siswa mayoritas SMP dan SMA ini mengeluhkan muntah dan bertumbangan setelah Asar sekitar pukul 15.00 WIB.

Tim dari Dinkes kemudian merujuk ratusan siswa itu ke sejumlah rumah sakit mulai Selasa sore hingga Rabu 2 September 2026 dan berlanjut Jumat 4 September 2026. Sejumlah santri bahkan kembali lagi ke rumah sakit pada Senin 7 September 2026.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More