Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keracunan MBG Sidoarjo, Satu Sampel Laboratorium Positif Bakteri

Kab. Sidoarjo
Keracunan MBG Sidoarjo, Satu Sampel Laboratorium Positif Bakteri
Kondisi santri Ponpes Manbaul Hikam korban keracunan MBG di RSUD Notopuro, Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). IDN Times/Zumrotul Abidin
  • Satu dari beberapa sampel laboratorium terkait dugaan keracunan MBG di Sidoarjo terdeteksi positif bakteri, namun jenis bakterinya belum diungkapkan.
  • Hasil pemeriksaan telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan, Bupati, dan Polresta Sidoarjo sebagai bahan investigasi serta rujukan penyelidikan.
  • Keracunan massal terjadi setelah siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam menyantap MBG pada 1 September 2026; ratusan korban mengalami muntah dan dirujuk ke rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Hasil laboratorium dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo sudah keluar. Ada satu sampel yang ditemukan positif bakteri.

Ketua Satgas MBG Sidoarjo, M Ainur Rohman membernarkan hal tersebut. Dari beberapa sampel yang diuji, terdapat satu sampel yang dinyatakan positif bakteri.

"Ada, ada satu yang positif gitu, tapi kan saya enggak hafal. Ini apa yang positif," ujar Ainur kepada IDN Times, Jumat (11/9/2026). Tetapi, dia tak bisa menyebut, apa jenis bakterinya.

Hasil laboratorium itu kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan Sidoarjo. Nantinya, Dinas Kesehatan yang akan menjelaskan secara detail. "Kami sudah laporkan ke Bupati," ungkap dia.

Ainur menuturkan, hasil laboratorium itu juga akan dijadikan sebagai bahan investigasi penyebab ratusan santri dan siswa keracunan.

"Ya, itu bagian dari kami. Kalau sewaktu-waktu ada yang menanyakan, ya ada mungkin kalau misalkan itu menjadi sebuah investigasi, kita sudah ada deteksinya yang kita siapkan. Karena itu (pemeriksaan laboratorium) kemarin kan atas inisiasi kita," ungkap dia.

Pihaknya juga telah menyerahkan hasil laboratorium itu kepada Polresta Sidoarjo. Hal tersebut sebagai bagian dari alat bukti penyelidikan kepolisian.

"Sudah diserahkan kemarin (ke kepolisian) atas perintah Pak Bupati. Kan kita bagian dari Forkopimda, ya kalau dibutuhkan untuk proses penyidikan atau apa, itu menjadi sebuah rujukan," pungkas dia.

Sekadar diketahui, petaka keracunan makanan massal para siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo ini terjadi usai menyantap menu MBG pada Selasa 1 September 2026, saat jam makan siang pukul 13.00 WIB. Kemudian para siswa mayoritas SMP dan SMA ini mengeluhkan muntah dan bertumbangan setelah Asar sekitar pukul 15.00 WIB.

Tim dari Dinkes kemudian merujuk ratusan siswa itu ke sejumlah rumah sakit mulai Selasa sore hingga Rabu 2 September 2026 dan berlanjut Jumat 4 September 2026. Sejumlah santri bahkan kembali lagi ke rumah sakit pada Senin 7 September 2026.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More