100 Lebih korban Keracunan MBG Sidoarjo Dilarikan Lagi ke Rumah Sakit

- Lebih dari 100 korban keracunan Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo kembali dibawa ke rumah sakit akibat mual, muntah, dan lemas.
- Data per 9 September 2026 mencatat 115 korban kembali berobat sejak 7 September; sembilan orang masih menjalani rawat inap.
- Pihak Madrasah Aliyah Manbaul Hikam menyebut santri yang sakit kembali masih dalam masa pemulihan saat dikembalikan ke pesantren.
Surabaya, IDN Times - Lebih dari 100 orang korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo kembali dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengalami gejala yang sama seperti sebelumnya yakni, mual, muntah hingga lemas.
Berdasarkan data yang diterima IDN Times, setidaknya per Rabu (9/8/2026) korban yang kembali ke rumah sakit mencapai 115. Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit sejak Senin (7/9/2026). Dari 115 orang korban, sembilan di antaranya masih menjalani rawat inap . Sementara sisanya sudah dipulangkan.
Waka Kesiswaan Madrasah Aliyah (MA) Manbaul Hikam, Sidoarjo Labiburrahman membenarkan hal tersebut. Setidaknya adala lebih dari 100 santri yang kembali ke RS.
"Njih leres (iya betul) yang sakit adalah anak yang kena (keracunan) sebelumnya, masih masa pemulihan belum selesai dikembalikan ke pesantren sehingga sakit lagi," ujarnya kepada IDN Times.
Sementara itu, Humas RSUD Notopuro, Risky Maulana juga membenarkan hal tersebut. Setidaknya ada 33 orang yang kembali ke RSUD Notopuro pada Senin (7/9/2025). "Sekarang ada 2 yang masih dirawat, gejalanya mual, mutah dan lemas," ungkap dia.
Tak cuma ke RSUD Nontopuro, sejumlah korban juga ke beberapa rumah sakit di Sidoarjo. Mulai dari RSI Siti Hajar 44 orang dan yang masih dirawat 5 orang, di RS Pusura Candi 13 orang, RS DKT 7 orang, RS Arafah Anwar 14 orang dan yang masih dirawat 1 orang, serta RS Rahman Hakim 4 orang.


















