Waduk Dawuhan Tinggal 15 Persen, Petani Madiun Mulai Deg-degan

- Volume Waduk Dawuhan di Madiun tinggal sekitar 520 ribu meter kubik atau 15 persen kapasitas, akibat aliran sungai berhenti dan penguapan meningkat saat cuaca panas.
- Debit irigasi dipangkas menjadi sekitar 0,1 meter kubik per detik, sehingga hanya mengairi 600 hektare sawah di lima desa pada Masa Tanam 3.
- Pintu air diperkirakan ditutup dalam 10 hari saat volume mencapai 300 ribu meter kubik, yang disisakan untuk menjaga tubuh bendungan dari keretakan.
Madiun, IDN Times – Petani di sejumlah wilayah Kabupaten Madiun mulai menghadapi ancaman keterbatasan air irigasi. Volume Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, terus menyusut di tengah cuaca panas dan berhentinya aliran air sungai menuju waduk.
Saat ini, air waduk hanya tersisa sekitar 520 ribu meter kubik atau 15 persen dari kapasitas maksimal 3,9 juta meter kubik.
Berikut kondisi terkini Waduk Dawuhan yang mulai bikin petani deg-degan.
1. Air waduk Dawuhan tinggal 15 persen

Debit air Waduk Dawuhan mulai berkurang dan menyusut akibat kemarau panjang. IDN Times/Riyanto. Petugas Operasi Waduk Dawuhan, Agung Wirasat, mengatakan penyusutan volume air terjadi cukup drastis. Selain tidak ada lagi aliran air yang masuk, cuaca panas membuat penguapan berlangsung lebih cepat.
“Untuk penyusutan memang drastis karena untuk inflow air dari atas (sungai ke waduk) sudah kosong. Kemudian juga untuk penguapan cepat sekali, karena memang cuaca sangat panas,” kata Agung, Selasa (8/9/2026).
Menipisnya cadangan air membuat debit yang dialirkan untuk irigasi harus dikurangi menjadi sekitar 0,1 meter kubik per detik.
2. Hanya 600 hektare sawah yang kini terlayani

Debit air Waduk Dawuhan mulai berkurang dan menyusut akibat kemarau panjang. IDN Times/Riyanto. Dengan debit tersebut, air Waduk Dawuhan saat ini hanya mampu mengairi sekitar 600 hektare sawah di lima desa untuk kebutuhan Masa Tanam (MT) 3.
Padahal dalam kondisi normal, waduk tersebut mampu mendukung pengairan sekitar 10 desa dengan luasan hingga 12 ribu hektare sawah.
Pengelola pun harus mengatur distribusi air secara terbatas agar tanaman padi yang baru memasuki awal masa tanam tetap mendapatkan pasokan.
Kondisinya diperkirakan semakin sulit. Pengelola memprediksi pintu air akan ditutup sekitar 10 hari lagi, ketika volume air tersisa sekitar 300 ribu meter kubik.
3. Air tak boleh habis, warga malah mulai cari ikan

Debit air Waduk Dawuhan mulai berkurang dan menyusut akibat kemarau panjang. IDN Times/Riyanto. Meski pintu air nantinya ditutup, Waduk Dawuhan tidak akan dikuras sampai benar-benar kering. Lo
Sebagian air akan tetap disisakan untuk menjaga kondisi fisik tubuh bendungan. Pasalnya, bendungan yang terlalu kering berisiko mengalami keretakan hingga kerusakan.
“Jadi agar suhu di tubuh bendungan tetap aman, kita sisakan volumenya 300 ribu meter kubik itu untuk pemeliharaan tubuh bendungan,” jelas Agung.
Di sisi lain, menyusutnya permukaan waduk dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari tambahan penghasilan. Mereka mulai mengais ikan di area waduk yang semakin dangkal.
Sebagian lahan sekitar waduk yang mengering juga mulai dimanfaatkan untuk menanam padi.
Namun bagi petani, menyusutnya Waduk Dawuhan tetap menjadi sinyal untuk bersiap menghadapi kondisi yang lebih sulit jika hujan belum juga turun dan pasokan air dari sungai belum kembali.




















