Warga Malang Sulit Cari Pertalite dan Solar, Begini Respon Pertamina

- Warga Kota Malang kesulitan memperoleh Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU, dengan stok kosong serta antrean panjang. Keluhan ini dilaporkan berlangsung sekitar tiga minggu dan memuncak sejak 1 September 2026.
- Pertamina menyebut lonjakan konsumsi dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat dan mahasiswa pada Agustus, serta peralihan pengguna BBM nonsubsidi. Konsumsi Pertalite naik 6–10 persen, sedangkan Solar meningkat 10–15 persen.
- Untuk merespons kelangkaan, Pertamina menambah pasokan harian di Malang: Pertalite dari 700 menjadi 888 kiloliter, sementara Solar dari 200 menjadi 360 kiloliter, sekitar 20 persen di atas suplai normal.
1. Warga Kota Malang mengeluhkan sulitnya mencari Pertalite

Antrian kendaraan mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Ciliwung. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Bambang (35) warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang membenarkan jika sejumlah SPBU di Kota Malang kehabisan stok BBM jenis Pertalite. Ia bahkan sampai harus berkendara sejauh 5 kilometer untuk mendapatkan BBM di SPBU Jalan Ciliwung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
"Untungnya di sini (SPBU Ciliwung) masih ada, tapi antriannya ya lumayan panjang. Tapi gak apa lah, daripada tidak ada mending sabar dulu," terangnya pada Selasa (8/9/2026).
Bambang mengungkapkan jika sudah sejak 3 minggu terakhir ia kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite. Tapi puncaknya sejak 1 September 2026 banyak SPBU di Kota Malang kehabisan stok Pertalite. "Sebelum-sebelumnya ya cuma antri aja, tapi belakangan ini malah banyak yang kosong (Pertalite), jadi harus cek beberapa SPBU mana yang masih ada," sambungnya.
2. Pertamina ungkap alasan Pertalite dan Solar di Kota Malang cepat habis

Sales Branch Manager Pertamina Fuel 1 Malang, Imam Rizki. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Sales Branch Manager Pertamina Fuel 1 Malang, Imam Rizki membenarkan jika memang stok BBM jenis Pertalite dan Solar di Kota Malang banyak yang kosong di beberapa SPBU. Menurutnya, ini disebabkan meningkatnya konsumsi BBM jenis Pertalite dan Solar di wilayah Kota Malang.
"Kebetulan di bulan Agustus ini memang masyarakat banyak kegiatan dan ini momennya pas lagi anak-anak kuliah pada masuk di Agustus ini. Sehingga dari sisi roda dua itu meningkat kebutuhannya," bebernya.
Selain itu, kenaikan harga BBM Non-subsidi menyebabkan masyarakat mulai beralih membeli BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Kondisi inilah yang menyebabkan antrean pembelian Pertalite dan Solar di wilayah Malang Raya.
"Jadi yang tadinya itu pakai Pertamax, dia beralih ke Pertalite yang sebenarnya harganya lebih murah. Terutama untuk di wilayah Malang Raya ini kenaikan konsumsi ini sendiri antara 6 sampai 10 persen untuk Pertalite. Kemudian dari sisi yang gasoil atau Solar ini mengalami kenaikan yang lumayan, jadi 10 sampai 15 persen," jelasnya.
3. Pertamina tambah stok BBM jenis Pertalite dan Solar di Kota Malang

Antrian kendaraan mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Ciliwung. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Untuk mengatasi kenaikan konsumsi BBM jenis Pertalite dan Solar di kota Malang, Imam mengungkapkan kalau Pertamina telah menambah suplai di Depo Kota Malang. Ia mengungkapkan untuk suplai Pertalite yang biasanya 700 kiloliter per hari, kini ditambah menjadi 888 kiloliter per harinya.
Sementara untuk suplai Solar yang biasanya 200 kiloliter per hari di Kota Malang, sempat dinaikkan menjadi 300 kiloliter per hari. Kemudian hari ini juga dinaikkan kembali mencapai 360 kali per harinya.
"Kalau dikalkulasi persentasenya, penambahan supla Pertalite kurang lebih sekitar 20 persen dari normalnya. Sementara untuk penambahan suplai Solar dari kita juga sama, di angka 20 persen," pungkasnya.



















