Gempa Rusak Faskes di NTT, Tim Unesa Temukan 18 Kehamilan Berisiko Tinggi

- Tim Fakultas Kedokteran Unesa memeriksa 70 ibu hamil di Kecamatan Reo, Manggarai, pada 3–7 September 2026, saat layanan kesehatan masih terbatas akibat kerusakan faskes pascagempa.
- Sebanyak 18 ibu hamil teridentifikasi berisiko tinggi, terutama hipertensi dan dugaan preeklampsia; ditemukan pula anemia, posisi janin tidak normal, serta letak plasenta rendah.
- Unesa dan mitra membentuk puskesmas sementara, memperkuat PONED serta ANC, dan menyalurkan alat medis, obat, serta logistik untuk menjaga layanan kelompok rentan selama pemulihan.
Surabaya, IDN Times - Sebanyak 18 ibu hamil di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), teridentifikasi mengalami kehamilan berisiko tinggi setelah diperiksa tim kesehatan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Temuan itu terungkap dari pemeriksaan terhadap 70 ibu hamil di wilayah yang layanan kesehatannya masih terbatas akibat kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan pascagempa bumi.
Pemeriksaan dilakukan tim Fakultas Kedokteran Unesa selama 3–7 September 2026 sebagai bagian dari program Unesa Peduli Bencana. Pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG) untuk mengetahui kondisi ibu dan janin sekaligus mendeteksi sedini mungkin potensi komplikasi kehamilan.
Dari 70 ibu hamil yang diperiksa, sekitar seperempat atau 18 orang masuk kategori berisiko tinggi. Kasus yang ditemukan didominasi hipertensi dalam kehamilan dan dugaan preeklampsia. Selain itu, tim menemukan anemia pada kehamilan, posisi janin tidak normal, serta letak plasenta rendah yang membutuhkan pemantauan dan tindak lanjut.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah kondisi pascabencana ketika akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan belum sepenuhnya pulih. Kondisi ibu hamil dengan faktor risiko membutuhkan pemantauan berkelanjutan agar komplikasi dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.
Ketua Tim Layanan Kesehatan Unesa, dr. Rizky Patria Nevangga mengatakan, keterbatasan fasilitas pascagempa tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akses terhadap layanan kesehatan, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.
“Posko kesehatan menjadi salah satu akses masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana. Itu yang kita upayakan,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Untuk menjaga layanan medis tetap berjalan, Unesa bersama mitra kesehatan membentuk puskesmas sementara sekaligus memperkuat Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di wilayah terdampak.
Selain pemeriksaan kehamilan, posko kesehatan melayani pemeriksaan dasar, konsultasi medis, penanganan awal hingga pemantauan pasien. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu keluhan yang banyak ditemukan pada warga terdampak.
Layanan bagi ibu hamil kemudian dilanjutkan melalui Antenatal Care (ANC). Pelayanan mencakup pemeriksaan kehamilan, deteksi faktor risiko, edukasi tanda bahaya kehamilan, konseling kesehatan hingga penatalaksanaan sesuai kondisi masing-masing pasien.
“Pelayanan ini menjadi upaya untuk memastikan ibu hamil tetap mendapatkan pemeriksaan yang dibutuhkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko kehamilan. Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.
Dukungan tidak hanya diberikan kepada pasien, tetapi juga tenaga kesehatan lokal. Unesa bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyerahkan bantuan peralatan medis untuk menjaga layanan tetap berjalan selama fasilitas kesehatan setempat belum sepenuhnya normal.
Bantuan tersebut terdiri atas dua set instrumen partus, lima partus set, 10 partus pack, satu unit doppler fetal, obat-obatan, serta logistik pendukung operasional posko kesehatan.
Ketua tim layanan kesehatan Unesa menegaskan, keberadaan layanan sementara tersebut diarahkan untuk menjaga kesinambungan pelayanan medis selama masa pemulihan. Peralatan dan obat-obatan yang disalurkan juga diharapkan memperkuat kemampuan tenaga kesehatan setempat dalam menangani kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Program Unesa Peduli Bencana di Manggarai dipusatkan di Posko Manggarai dengan sejumlah layanan lain, seperti pendampingan psikososial, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan kemanusiaan.


















