Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persebaya Buka Slot Suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident ke GBT

Kota Surabaya
Persebaya Buka Slot Suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident ke GBT
Aksi Bonek Mania saat Laga Derby Jatim antara Persebaya Vs Arema FC di Stadion GBT. (Instagram/@officialpersebaya)
  • Persebaya membuka ruang bagi suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, untuk hadir di Stadion Gelora Bung Tomo pada laga Super League 2026/27, Minggu 13 September.
  • Kehadiran suporter tandang kembali dimungkinkan setelah I.League mencabut larangan away, dengan Panpel Persebaya menyiapkan sambutan agar pendukung PSIM dapat mendukung timnya secara nyaman.
  • Panpel mengajak Bonek, Bonita, serta suporter PSIM menjaga ketertiban, sportivitas, dan saling menghormati demi pertandingan Persebaya kontra PSIM yang aman serta nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bakal kembali dihiasi warna berbeda. Persebaya Surabaya memastikan ruang bagi suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, untuk hadir langsung mendukung tim kebanggaannya saat kedua tim bentrok pada pekan kedua Super League 2026/27, Minggu (13/9).

Kehadiran suporter PSIM menjadi salah satu daya tarik laga Persebaya kontra PSIM. Pasalnya, musim ini menandai kembalinya kesempatan bagi suporter tim tamu untuk mendampingi klubnya dalam laga tandang setelah larangan suporter away dicabut operator kompetisi, I.League.

Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya menyambut positif rencana kedatangan Brajamusti dan The Maident ke Surabaya. Kehadiran mereka di GBT diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali atmosfer pertandingan yang melibatkan suporter kedua kesebelasan.

Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman mengatakan, pihaknya siap menyambut suporter PSIM sekaligus memastikan mereka dapat memberikan dukungan kepada timnya dengan nyaman.

“Kami menyambut baik kedatangan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, ke Surabaya. Ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat hubungan antarsuporter, terlebih setelah larangan suporter tandang dicabut,” ujar Ram dikutip dari laman resmi Persebaya.

Ram menyebut, kembalinya suporter tandang bukan sekadar soal memenuhi tribun. Momentum tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk membangun kembali hubungan positif antarsuporter setelah sebelumnya pendukung tim tamu tidak dapat hadir secara langsung dalam sejumlah pertandingan tandang.

“Kami siap memberikan sambutan dan memastikan mereka bisa datang serta mendukung timnya dengan nyaman,” imbuhnya.

Ram menilai rivalitas di lapangan merupakan bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Namun, tensi pertandingan tidak seharusnya menghilangkan rasa saling menghormati di luar lapangan. “Kami ingin menunjukkan bahwa rivalitas di lapangan tetap bisa berjalan beriringan dengan persaudaraan dan rasa saling menghormati antarsuporter,” katanya.

Persebaya dan PSIM sama-sama memiliki basis suporter yang militan. Laga di GBT diprediksi tidak hanya menghadirkan persaingan di atas lapangan, tetapi juga menjadi panggung kembalinya warna suporter tandang ke stadion.

Panpel Persebaya pun mengajak Bonek dan Bonita memenuhi GBT dengan dukungan positif. Seluruh suporter diminta menjaga ketertiban dan sportivitas agar pertandingan dapat berlangsung aman dan nyaman.

“Kami mengajak seluruh Bonek dan Bonita untuk memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo. Berikan dukungan dengan cara yang positif dan tertib agar pertandingan berjalan dengan aman, nyaman, serta menjadi pengalaman yang baik bagi semua pihak,” pesan Ram.

Ram berharap laga Persebaya kontra PSIM menjadi awal yang baik bagi kembalinya atmosfer tandang di kompetisi musim ini. GBT diharapkan kembali menjadi stadion yang bukan hanya bergemuruh oleh dukungan tuan rumah, tetapi juga mampu menyambut suporter lawan dengan penuh respek.

“Kami ingin GBT kembali menjadi rumah yang penuh energi positif untuk Persebaya. Ayo Bonek-Bonita, kita sambut langsung teman-teman suporter PSIM di GBT pada Minggu mendatang,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More