BMKG Sebut Sesar Surabaya Berpotensi Gempa M 6,7

- BMKG menyebut Sesar Surabaya telah dipetakan PuSgen sejak 2017 dan merupakan segmen Sesar Kendeng, bukan terhubung dengan sesar di Madura.
- Sesar Surabaya membentang 25 kilometer dari Gresik hingga Surabaya, sedangkan Sesar Waru sepanjang 64 kilometer dari Lamongan hingga Surabaya.
- Potensi magnitudo maksimal Sesar Surabaya mencapai 6,7 dan Sesar Waru 6,8, tetapi angka itu skenario terburuk, bukan prediksi waktu maupun kejadian gempa.
Surabaya, IDN Times - Media sosial tengah diramaikan soal soal sesar aktif Surabaya-Madura. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut yang tengah ramai di media sosial itu merupakan sesar Surabaya, yang memiliki potensi kegempaan mencapai magnitudo 6,7.
Plt Kepala BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan, Suwarto mengatakan, sesar Surabaya bukan temuan baru. Pusat Studi Kegempaan (PuSgen) telah memetakan sesar tersebut sejak 2017.
"Jadi sebenarnya dari 2017 itu sudah ada rilis tentang sesar yang ada di Surabaya dan Madura," ujar Suwarno kepada IDN Times, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelas, sesar Surabaya tidak berkaitan dengan sesar Madura. Sesar Surabaya merupakan segmen dari Sesar Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah sampai ke Jawa Timur. "Nah, itu (Sesar Kendeng) terbagi menjadi beberapa segmen atau menjadi beberapa bagian sampai ke Jawa Timur tadi. Nah, Jawa Timur itu mulai dari Tuban, Lamongan, sampai ke Surabaya," ungkapnya.
Sementara Madura masuk dalam sesar RMKS yakni Rembang-Madura-Kangean-Sakala. Sesar ini memiliki banyak segmen mulai dari Sesar Sumur Kuning, Sesar Baliga, hingga Bangkalan.
"Itu kalau di peta Pusgen, itu sendiri-sendiri. Intinya enggak nyambung dari Sesar Surabaya sampai ke Madura itu enggak nyambung," ungkap dia.
Suwarto menyebut, panjang sesar Surabaya ini mencapai 25 kilometer, membentang dari Gresik sampai ke Surabaya. Selain sesar Surabaya, di Kota Pahlawan juga terdapat sesar Waru. Sesar ini membentang sepanjang 64 kilometer dari Lamongan sampai ke Surabaya.
"Potensi kegempaannya, magnitudonya maksimal itu kalau yang sesar Surabaya itu bisa 6,7, kemudian kalau yang di sesar Waru itu 6,8," ungkap dia.
Tetapi perlu diketahui bahwa besaran potensi kegempaan itu adalah skenario terburuk atau worst case potensi magnitudo maksimal. Hal tersebut juga bukan prediksi akan terjadi gempa dengan angka magnitudo yang disebut. Melainkan perhitungan potensi gempa yang mungkin akan terjadi.
"Kita tidak tahu kapan akan terjadi, apakah dirilis dalam magnitudo sebesar itu, atau mungkin segmennya tidak pecah bareng-bareng, mungkin hanya sebagian misalnya, nah itu juga bisa. Makanya kita belum tahu seperti apa," pungkas dia.



















