Ruang Instalasi Gizi RSSA Malang Terbakar

- Kebakaran melanda ruang instalasi gizi RSUD Saiful Anwar Malang sekitar pukul 15.00 WIB; 19 pasien anak dievakuasi ke Grand Pavilion tanpa korban.
- Lima unit damkar tiba sekitar pukul 15.50 WIB dan memadamkan api dalam 30 menit. Reruntuhan atap merusak 600 porsi makanan pasien.
- Pelayanan IGD, rawat inap, rawat jalan, dan operasi tetap normal. Rumah sakit memesan makanan dari empat katering sambil menyelidiki penyebab kebakaran.
1. Kebakaran di RSSA, api berada di ruang instalasi gizi

Upaya pemadaman api di RSSA. (Dok. Damkar Kota Malang) Humas RSUD Saiful Anwar, Muhammad Syamsul membenarkan jika terjadi kebakaran di ruang instalasi gizi. Ia menyampaikan kalau api pertama kali terlihat pada sekitar pukul 15.00 WIB.
"Jadi memang yang terbakar adalah ruang instalasi gizi. Tapi alhamdulillah tidak ada pasien yang menjadi korban karena langsung dievakuasi, ada sekitar 19 pasien anak yang dipindahkan ke Grand Pavilion," terangnya.
Syamsul menyampaikan jika upaya pemadaman langsung dilakukan oleh pihak rumah sakit, kemudian Damkar Kota Malang tiba sekitar pukul 15.50 WIB. Sebanyak 5 unit mobil damkar dikerahkan untuk menjinakkan di jago merah. Sehingga api akhirnya berhasil dipadamkan 30 menit kemudian.
2. Sebanyak 600 porsi makanan untuk pasien rusak

Upaya pemadaman api di RSSA. (Dok. Damkar Kota Malang) Syamsul juga melaporkan jika kebakaran ini menyebabkan kerusakan pada bangunan ruang instalasi gizi. Mengakibatkan sebanyak 600 porsi makanan untuk pasien rusak karena tertimpa reruntuhan atap bangunan.
"Kita langsung memesan 600 porsi makanan dari 4 katering. Tapi kita tetap mempertimbangkan nutrisi dan diet medis pasien," jelasnya.
3. RSSA masih menyelidiki penyebab kebakaran, tapi pelayanan medis tetap berjalan

Kebakaran di ruang instalasi gizi RSSA. (IDN Times/Istimewa) Lebih lanjut, Syamsul menegaskan kalau kebakaran ini tidak berpengaruh pada pelayanan pada pasien di RSUD Saiful Anwar. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, rawat jalan, sampai layanan operasi masih berjalan normal.
"Yang berpengaruh mungkin hanya pemenuhan makanan untuk pasien, karena yang terbakar itu dapur. Jadi untuk sementara kita kerjasama dengan vendor katering," bebernya.
Sementara untuk penyebab kebakaran, Syamsul belum bisa memastikan bagaimana api bisa muncul. Pasalnya pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak internal rumah sakit dan Damkar Kota Surabaya.


















