Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Selat Hormuz Tutup, ELPI: Permintaan Kapal untuk Pengeboran Meningkat

Kota Surabaya
Selat Hormuz Tutup, ELPI: Permintaan Kapal untuk Pengeboran Meningkat
Galangan Kapal PT Orela Shipyard perusahaan afiliasi ELPI. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Penutupan Selat Hormuz memicu kenaikan permintaan kapal penunjang pengeboran lepas pantai di Indonesia hingga 30–40 persen, karena sejumlah negara mempercepat eksplorasi minyak sendiri.
  • ELPI melihat peluang menyediakan rig serta kapal AHTS dan crewboat di tengah keterbatasan pasokan domestik, dengan jumlah rig Indonesia hanya sekitar 7–10 unit.
  • ELPI mengantongi kontrak baru Rp816,26 miliar, menaikkan kapasitas galangan menjadi 450 ton per bulan, serta menjajaki basis operasional baru di Kepulauan Riau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Penutupan Selat Hormuz rupanya menguntungkan industri pelayaran Indonesia. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menyebut permintaan kapal untuk kebutuhan pengeboran lepas pantai naik hingga 40 persen. 

COO Domestic PT ELPI Tbk, Sentoso Fristian Yhulis Tianto mengatakan, semenjak Selat Hormuz ditutup beberapa negara tak lagi bergantung minyak pada negara Timur Tengah. Mereka justru berlomba-lomba melakukan eksplorasi sendiri. 

Industri pelayaran seperti ELPI pun kecipratan untung. Permintaan kapal untuk kebutuhan pengeboran atau kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) hingga crewboat meningkat. Apalagi jumlah rig kapal di Indonesia tak banyak, hanya sekitar 7 sampai 10 unit. 

"Sebenarnya ada opportunity, untuk menyediakan rig, kapal untuk pengeboran. ELPI akan coba, kita akan lihat opportunity gandeng dengan group untuk kita mengoperasikan rig di Indonesia," ungkap dia. 

Peningkatan permintaan kapal untuk kebutuhan pengeboran lepas pantai itu mencapai 30-40 persen. "Kalau bicara berapa persen mungkin sekitar 30 sampai 40 persen demand-nya naik makanya sekarang di Indonesia itu kita bicara supplynya kurang, kita sekarang defisit kapal," ungkap dia. 

Sentono menyebut, tingginya permintaan itu mampu mendongkrak revenue ELPI. "Revenue ELPI untuk domestik 50 persen," jelasnya.  

Di samping itu, peningkatan permintaan juga mendorong perusahaan meningkatkan produksi galangan. Dari sebelumnya sekitar 300 ton per bulan, kapasitas akan ditingkatkan menjadi 450 perbulan.

ELPI juga berencana mengembangkan kapal berteknologi hibrida yakni listrik dan konvensional. Sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang kinerja perusahan juga bakal ditingkatkan. 

"Kita juga lagi mau ekspansi untuk di area barat. Kalau di area barat itu di sekitaran Kepulauan Riau. Jadi ELPI lagi coba menjajaki area-area di Batam, Bintang, Karimun, dan seputaran situ  untuk dijadikan base baru," ungkap dia. 

Corporate Secretary PT ELPI, Wawan Heri Purnomo menambahkan, ELPI pun optimis kinerja mereka pada semester II 2026 akan positif. Hal ini karena dukungan tambahan kontrak baru senilai Rp816,26 miliar dari permintaan jasa penunjang pengeboran lepas pantai (offfshore). "Beruntungnya kita dapat kontrak baru, mungkin kita sampai di Q2 kalau dihitung-hitung itu Rp800 miliar," ungkap Wawan. 

Walau begitu, Wawan menyebut nilai kontrak baru itu tak serta merta menjadi laba. Tetapi, nilai tersebut akan menjadi sumber pendapatan ELPI secara berkelanjutan.

"Apakah langsung ber-impact, ya enggak secara langsung karena kan misal 3 tahun berarti kan akan mundur dihitung per tahun-tahunnya," sebutnya. 

Wawan pun optimis kinerja ELPI di kuartal III tahun ini membaik. Targetnya tak beda jauh dari kuartal sebelumnya. "Tahun lalu kita di Rp1,1 triliun," ungkap dia. 

Sementara itu, perusahaan afiliasi ELPI, PT Orela Shipyard ikut kecipratan untung. Di tahun ini produksi mereka full. Pembangunan kapal Orela seluruhnya diserap ELPI. "Tahun ini untuk kapal baja itu ada 5 dan untuk kapal aluminum 8, jadi totalnya 13," ujar Direktur Produksi PT Orela Shipyard, Heri Kurniawan. 

Laman proses pengerjaannya pun bervariasi tergantung jenis kapal dan dan besarnya. "Penyelesaian pembuatan kapal sekitar 8-12 bulan, tergantung besarnya," pungkas dia. 

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More