Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penutupan Selat Hormuz, Aktivitas Terminal Petikemas Surabaya Normal

Penutupan Selat Hormuz, Aktivitas Terminal Petikemas Surabaya Normal
Aktivitas Terminal Petikemas Surabaya. (Dok. PT Terminal Petikemas Surabaya)
Intinya Sih
  • PT Terminal Petikemas Surabaya memastikan penutupan Selat Hormuz belum berdampak pada aktivitas bongkar muat, bahkan mencatat pertumbuhan arus peti kemas 1,36 persen pada Februari 2026 dibanding bulan sebelumnya.
  • Secara year-on-year, total arus peti kemas terkoreksi 3,65 persen menjadi 237 ribu TEUs akibat ketidakseimbangan antara volume kargo dan jadwal layanan pelayaran yang tetap dipertahankan.
  • Arus ekspor tumbuh 3,77 persen dan impor naik 1,79 persen secara bulanan, sementara kunjungan kapal meningkat tipis 0,49 persen menunjukkan operasional TPS tetap stabil di tengah dinamika logistik global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan penutupan Selat Hormuz belum mempengaruhi aktivitas bongkar muat. Bahkan, PT TPS mencatat, mengalami mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 1,36 persen pada bulan Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month).

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi mengatakan, volume peti kemas meningkat dari 117 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) di bulan Januari menjadi 119 ribu TEUs pada bulan Februari. Kinerja positif di Februari 2026 didorong oleh kontribusi peti kemas internasional sebesar 113 ribu TEUs dan domestik sebesar 6 ribu TEUs.

"Sebagai perbandingan, pada Januari 2026 arus peti kemas internasional mencapai 110 ribu TEUs, sementara domestik sebesar 7 ribu TEUs," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Sedangkan berdasarkan perbandingan year-on-year, arus peti kemas internasional pada periode Januari-Februari 2026 sebanyak 223 ribu TEUs atau terkoreksi 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 232 ribu TEUs.

Secara total, arus peti kemas—baik domestik maupun internasional—terkoreksi sebesar 3,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 246 ribu TEUs menjadi 237 ribu TEUS. Faktor penyebab adanya koreksi pada throughput year-on-year karena pada arus peti kemas internasional dan domestik terjadi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume dan ship’s call kapal.

"Hal ini terjadi karena jadwal layanan pelayaran dipertahankan dan volume kargo tidak tumbuh secepat kapasitas angkut yang tersedia," sebutnya.

Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada bulan Februari mengalami pertumbuhan month-on-month sebesar 3,77 persen, dari 53 ribu TEUs menjadi 55 ribu TEUs. Di sisi impor, juga terjadi kenaikan sebesar 1,79 persen dari 56 ribu TEUs menjadi 57 ribu TEUs.

Perbandingan arus peti kemas antara ekspor dan impor Januari-Februari 2026 adalah 49 persen (109 ribu TEUs) untuk petikemas ekspor dan 51 persen (113 ribu TEUs) untuk peti kemas impor. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, arus peti kemas ekspor impor tahun 2026 untuk persentase perbandingan tidak mengalami perubahan.

"Persentase ekspor 49 persen di tahun 2025 merupakan kontribusi arus peti kemas sebanyak 115 ribu TEUs. Sedangkan 51 persen arus peti kemas impor pada Januari-Februari tercatat sebanyak 116 ribu TEUs," terang dia.

Jumlah kunjungan kapal ke TPS selama dua bulan pertama tahun 2026 juga mencatatkan peningkatan 0,49 persen, dari 202 kunjungan pada tahun lalu menjadi 203 kunjungan di tahun ini

“Pertumbuhan arus peti kemas ini mencerminkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga dan konsisten, meskipun dihadapkan pada dinamika logistik internasional yang terus berkembang,” ungkap dia.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat, efektivitas operasional terminal, serta komitmen TPS dalam menjaga kelancaran proses pelayanan kepada seluruh pengguna jasa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More