Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Evakuasi Pendaki Semeru Pakai Metode Slope Rescue

Evakuasi Pendaki Semeru Pakai Metode Slope Rescue
Proses evakuasi pendaki Gunung Semeru. (Dok. SAR Surabaya)
Intinya Sih
  • Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki bernama Cakra (18) yang terperosok di jurang sedalam sekitar 375 meter di Gunung Semeru menggunakan metode slope rescue.
  • Cakra mengalami dislokasi pada pergelangan kaki kanan dan telah dibidai untuk mencegah pembengkakan serta meminimalkan pergerakan selama proses evakuasi berlangsung.
  • Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan sistem tali dan pengawalan ketat di medan curam, diperkirakan selesai pada malam hari tergantung kondisi cuaca dan fisik tim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Malang, IDN Times - Proses evakuasi pendaki Gunung Semeru yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 375 meter masih berlangsung hingga Jumat (5/6/2026). Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bernama Cakra (18) yang mengalami dislokasi pada pergelangan kaki kanan menggunakan metode slope rescue.

Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit, mengatakan tim telah melakukan pembidaian pada bagian pergelangan kaki kanan korban sebagai penanganan awal.

“Supaya meminimalisasi pergerakan dan agar tidak semakin bengkak, kaki survivor memang harus dibidai,” ujar Nanang.

Ia menjelaskan, metode slope rescue umum digunakan dalam proses evakuasi di medan miring seperti pegunungan. Dalam metode ini, korban ditempatkan dalam posisi terlentang di atas flexible stretcher atau rolling stretcher, lalu diamankan menggunakan sistem tali.

Metode tersebut dipilih karena korban berada di jurang dengan kedalaman sekitar 374 meter. Selain itu, tidak terdapat pijakan yang cukup aman di atas lokasi korban untuk dijadikan titik jangkar (anchor).

“Kemiringan medan juga dirasa lebih cocok untuk evakuasi dengan metode slope rescue. Dengan metode ini, evakuasi bisa dilakukan secara bertahap,” kata Nanang.

Menurut dia, proses evakuasi dimulai setelah tim SAR gabungan berhasil mencapai lokasi korban dan lima pendaki lainnya. Setelah korban diposisikan di atas flexible stretcher, proses penarikan dilakukan dengan pengawalan petugas di sisi kanan dan kiri.

Penarikan dilakukan secara bergantian dengan tingkat kewaspadaan tinggi mengingat kondisi medan yang terjal dan curam. Tim memperkirakan proses evakuasi hingga tiba di posko dapat selesai pada Jumat malam, bergantung pada kondisi fisik korban, personel SAR, serta cuaca di lokasi.

“Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR gabungan yang berada di atas. Setelah itu, korban akan ditandu turun menuju posko,” jelas Nanang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More