Moratorium MBG Bikin 432 Dapur Gizi di Jatim Tertahan

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 432 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur (Jatil) yang telah lolos verifikasi Badan Gizi Nasional (BGN) belum bisa beroperasi akibat kebijakan moratorium program Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal, seluruh dapur tersebut telah dinyatakan siap sebelum penghentian sementara operasional diberlakukan.
Ketua Satgas SPPG Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, selain 432 dapur yang telah diverifikasi, masih ada sekitar 1.920 SPPG lainnya yang saat ini berada dalam tahap persiapan. "1.920 itu masih persiapan, sedangkan 432 sudah diverifikasi oleh BGN sebelum moratorium kemarin sebagai siap operasional," ujarnya.
Emil menambahkan, Pemprov Jatim masih terus memantau perkembangan seluruh SPPG yang telah disiapkan. Namun hingga kini, operasional ratusan dapur tersebut masih menunggu keputusan lanjutan dari pemerintah pusat.
"Jadi ini masih terus kita cek perkembangannya. Kita masih menunggu perkembangan kebijakan dan keputusan lebih lanjut," katanya.
Emil berharap kepastian mengenai operasional SPPG segera diberikan agar program MBG di Jatim dapat kembali berjalan optimal. Menurutnya, keberadaan dapur-dapur tersebut menjadi komponen penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui program nasional tersebut.
"Kami berharap persoalan ini segera mendapatkan kejelasan sehingga pelaksanaan program bisa berjalan sebagaimana yang direncanakan," katanya.
Di tengah proses tersebut, Emil menyampaikan ucapan selamat kepada Daryono yang baru ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan pejabat sebelumnya. Ia berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi MBG.
"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Wamen Pertanian yang mendapat amanah baru, Mas Daryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga beliau diberikan kesuksesan untuk bisa segera menjawab inisiatif dan pembenahan yang saat ini tengah berlangsung," ungkapnya.
Emil juga menyampaikan apresiasi kepada Nanik S Deyang atas kontribusinya selama memimpin BGN. Ia mendoakan agar Nanik segera pulih dan diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan.
"Kami juga mengapresiasi kerja keras Ibu Nanik S Deyang. Semoga beliau diberikan kelancaran dalam proses pengobatan dan kesembuhan," pungkasnya.



















