Gudang Kayu Jati di Ngawi Terbakar, Barang Ekspor Ludes Jadi Abu

- Kebakaran hebat melanda gudang pengolahan kayu jati di Desa Jenggrik, Kedunggalar, Ngawi, Minggu malam, hingga bangunan dan isinya ludes terbakar.
- Sekitar dua kontainer kerajinan jati siap ekspor ke Swedia, termasuk talenan, kursi, mangkuk, dan barang antik, ikut hangus dengan nilai diperkirakan Rp1 miliar.
- Api sulit dikendalikan karena tumpukan kayu dan angin kencang; padam setelah tiga jam. Tidak ada korban jiwa, sementara penyebab masih diperiksa.
Ngawi, IDN Times – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang pengolahan kayu jati di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026) malam. Gudang yang berada di depan kawasan wisata kuliner Jahe Klenting itu ludes terbakar.
Api yang muncul sekitar pukul 19.20 WIB tersebut dengan cepat membesar. Selain bahan baku kayu, gudang juga menyimpan berbagai kerajinan jati yang sudah siap dikirim ke luar negeri.
1. Dua kontainer kerajinan siap ekspor ikut ludes

Gudang pengolahan kayu jati di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, ludes Terbakar. IDN Times/Riyanto. Kebakaran tidak hanya menghanguskan bangunan dan bahan baku. Produk kerajinan kayu jati yang sudah selesai diproduksi dan siap dikirim ke Swedia juga ikut terbakar. Menurut pemilik gudang, Suwardi, jumlahnya disebut mencapai sekitar dua kontainer dengan nilai diperkirakan Rp1 miliar.
Berbagai produk kerajinan seperti talenan, kursi, mangkuk, hingga barang antik berbahan kayu jati berada di dalam gudang.
Barang-barang tersebut rencananya dikirim atau diekspor ke Swedia pada pekan depan. , mengaku mengetahui kebakaran setelah meminta pegawainya mengecek kondisi gudang.
"Sore belum kebakaran. Terus saya menyuruh pegawai mengambil uang. Saya suruh ke sini, lihat gudang sudah terbakar hebat," ujarnya.
2. Api sulit dipadamkan karena gudang penuh kayu

Gudang pengolahan kayu jati di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, ludes Terbakar. IDN Times/Riyanto. Material kayu yang menumpuk membuat kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Pegawai gudang bersama warga sempat berusaha melakukan pemadaman menggunakan air seadanya. Namun, upaya tersebut tidak banyak membantu.
Angin yang cukup kencang juga membuat kobaran api semakin sulit dijinakkan. Kepala Desa Jenggrik, Suparni, mengatakan kondisi gudang yang penuh kayu menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
"Api sulit dipadamkan karena di dalam penuh kayu, termasuk barang jadi siap ekspor. Api cepat membesar," katanya.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Ngawi kemudian dikerahkan ke lokasi.
Petugas bahkan harus berulang kali melakukan penyemprotan dari berbagai sisi karena api masih menyala di antara tumpukan material kayu.
3. Pemadaman berlangsung tiga jam, dugaan penyebab dari puntung rokok

Gudang pengolahan kayu jati di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, ludes Terbakar. IDN Times/Riyanto. Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Joko Kartono, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Banyaknya material kayu membuat api terus menjalar dari bagian depan hingga belakang gudang.
"Sulit dipadamkan karena banyak material kayu terbakar dari depan hingga belakang. Kita sudah bolak-balik enam kali, tapi tidak juga padam," ujarnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar tiga jam. Proses tersebut turut dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kodim 0805 Ngawi dan Yon Armed 12 Ngawi.
Pemilik gudang menduga kebakaran dipicu puntung rokok salah seorang pegawainya. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materi diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.




















