Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Keluarga Kru Kapal Virgo Menanti Kepastian di Posko Surabaya

Kota Surabaya
Cerita Keluarga Kru Kapal Virgo Menanti Kepastian di Posko Surabaya
Fredy kakak kru kapal bernama Stevy saat di Gapura Surya Nusantara. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Keluarga Steviansyah, kru musik Virgo Transport 8 asal Mojokerto, mendatangi posko Pelabuhan Tanjung Perak setelah menerima kabar kapal diduga tenggelam dan teleponnya tidak aktif.
  • Virgo Transport 8 hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan total 243 penumpang dan awak kapal di dalamnya.
  • Sebanyak 108 orang telah dievakuasi selamat, sementara 135 lainnya masih dicari tim SAR gabungan melalui operasi laut dan udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kabar Kapal Virgo Transport 8 diduga tenggelam membuat keluarga salah satu kru, Steviansyah, panik. Fredy, kakak kandung Stevi asal Mojokerto, langsung bergegas menuju Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, setelah mendapat informasi kapal tersebut mengalami musibah.

Fredy mengaku pertama kali mendengar kabar tersebut sekitar pukul 07.30 WIB dari teman Stevi yang juga bekerja di kapal, tetapi sedang menjalani cuti. Teman adiknya itu mendapat informasi langsung dari Banjarmasin bahwa Virgo Transport 8 tenggelam.

"Saya tadi sekitar jam 07.30 dengar kabar dari teman adik saya yang kerja, tapi sedang cuti. Dia dapat informasi dari Banjarmasin langsung, katanya kapal itu tenggelam," kata Fredy saat ditemui di posko pengaduan, Minggu (13/9/2026).

Mendengar kabar tersebut, Fredy langsung mencoba menghubungi Stevi. Namun, telepon yang dilakukannya tidak tersambung karena ponsel sang adik dalam kondisi tidak aktif.

"Saya coba telepon adik saya, HP-nya tidak aktif. Saya langsung ke kantor Virgo 8, kemudian diarahkan ke Gapura Surya Nusantara ini," ujarnya.

Fredy kemudian berangkat dari Mojokerto sekitar pukul 09.00 WIB bersama istri dan anaknya. Ia datang ke posko yang berada di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dengan satu harapan, mendapat kepastian mengenai keberadaan adiknya.

Stevi diketahui bekerja sebagai pemain musik di Virgo Transport 8. Menurut Fredy, adiknya baru sekitar tiga bulan bekerja di kapal tersebut dan bertugas sebagai pemain keyboard.

"Ini adik kandung saya. Dia pemain musik, pemain keyboard. Baru sekitar tiga bulan kerja di Virgo," ungkapnya.

Fredy mengaku keluarganya sebenarnya menyadari adanya risiko bekerja di kapal. Terlebih, ia menyebut Virgo Transport 8 merupakan kapal tua yang menurut informasi yang diterimanya merupakan kapal bekas era penjajahan.

"Namanya juga risiko kapal tua, apalagi informasinya kapal bekas penjajahan," katanya.

Meski diliputi kecemasan, Fredy mengapresiasi respons petugas yang menurutnya cepat setelah keluarga mencari informasi mengenai kondisi Stevi.

"Terima kasih kepada petugas yang tanggap, responsnya baik. Kami sangat terbantu," tuturnya.

Kini Fredy hanya ingin segera mendapatkan kepastian mengenai kondisi adiknya. Ia berharap Stevi ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi apa pun.

"Kami ingin segera ketemu adik saya, apa pun keadaannya. Ini adik kandung saya," kata Fredy.

Sebelumnya, Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut mengangkut total 243 orang, terdiri dari penumpang dan anak buah kapal.

Dalam perkembangan terbaru, sebanyak 108 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 135 orang lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian melalui jalur laut dan udara. Kantor SAR Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi serta Helikopter HR-3601 untuk memperkuat operasi pencarian Virgo Transport 8.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More