Keluarga Serda Ahmad Muzammil di Magetan Minta Pelaku Dihukum

- Serda Ahmad Muzammil Farisa, prajurit TNI AU asal Magetan, meninggal pada 10 September 2026 di Mess Psikologi Galaksi, Lanud Halim Perdanakusuma, setelah diduga dianiaya seniornya.
- Keluarga awalnya menerima informasi bahwa Ahmad meninggal akibat kecelakaan saat pembinaan. Rilis satuan kemudian menyebut dugaan penganiayaan, dengan luka di dagu dan lebam di dada.
- Jenazah Ahmad dimakamkan di Magetan tanpa upacara militer atas permintaan keluarga. Orang tua meminta kasus diproses transparan dan pelaku yang terlibat dihukum adil.
Magetan, IDN Times – Tangis keluarga pecah di rumah duka Serda Ahmad Muzammil Farisa (22), prajurit TNI Angkatan Udara (AU) asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ahmad meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kedua orang tua korban, Toni Eko Prasetyo (48) dan Retno Setyorini (44), warga Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, meminta pihak yang bertanggung jawab atas kematian anak mereka dihukum secara adil.
Ahmad merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia baru sekitar dua tahun berdinas di Satuan Psikologi TNI AU sebelum meninggal dunia pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Table of Content
1. Kabar kematian awalnya disebut kecelakaan

Retno Setyorini ibu Serda Ahmad Muzammil Faris. IDN Times/Riyanto. Retno mengaku pertama kali mengetahui kabar duka dari grup WhatsApp Paguyuban Leting 53 pada Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Saat itu, salah seorang anggota grup menanyakan nama orang tua Ahmad. Setelah Retno menjawab, tiba-tiba muncul kabar duka mengenai putranya.
"Saya di grup, terus ada yang menanyakan nama ibunya. Saya jawab, langsung kabar duka muncul. Saya langsung menangis, lemas," ujar Retno.
Tak lama kemudian, Toni mendapat telepon dari rekan seangkatan Ahmad. Informasi yang diterimanya saat itu menyebut anaknya meninggal akibat kecelakaan ketika menjalani pembinaan oleh senior.
"Saya dapat telepon dari rekan seangkatan anak saya. Anak saya meninggal akibat kecelakaan saat dilakukan pembinaan oleh senior," kata Toni.
2. Keluarga terkejut setelah mendapat informasi penganiayaan

Foto almarhum, Serda Ahmad Muzammil Farisa, anggota TNI Angkatan Udara (AU) asal Kabupaten Magetan. IDN Times/Riyanto. Keterangan tersebut kemudian membuat keluarga semakin terpukul setelah mereka menerima rilis dari satuan tempat Ahmad berdinas.
Dalam informasi yang diterima keluarga, Ahmad disebut meninggal setelah diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.
Keluarga juga mengetahui adanya luka pada tubuh korban. Ahmad disebut mengalami luka pada bagian dagu dan lebam pada bagian dada yang diduga akibat pukulan benda tumpul.
"Terus ada rilis lagi, anak saya meninggal karena dianiaya oleh senior," ujar Toni.
3. Jenazah dimakamkan di Magetan

Foto keluarga Serda Ahmad Muzammil Faris. IDN Times/Riyanto. Jenazah Ahmad tiba di rumah duka di Magetan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Jenazah kemudian langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.
Pemakaman dilakukan tanpa upacara militer atas permintaan keluarga.
Sejumlah rekan kerja keluarga juga berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Suasana haru menyelimuti keluarga yang masih terpukul atas kepergian Ahmad.
Bagi Toni dan Retno, kepergian Ahmad menjadi pukulan berat. Mereka tidak menyangka anak yang baru dua tahun mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AU harus meninggal dalam kondisi tragis.
Keluarga kini berharap kasus tersebut diproses secara transparan dan pihak yang terbukti terlibat mendapat hukuman sesuai ketentuan hukum.
Toni sendiri sehari-hari bekerja sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun.

















