Trans Jatim Koridor II Malang Siap Meluncur, Ada 14 Bus dan 12 Feeder

- Pemprov Jawa Timur menargetkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya beroperasi pada Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jatim.
- Layanan ini menyiapkan 14 bus operasional, satu bus cadangan, serta 12 feeder untuk menjangkau kawasan di luar lintasan koridor utama.
- Operasional feeder dibiayai APBD Jatim selama 12 bulan, lalu Pemkot Malang melanjutkan pembiayaan selama 13 bulan berikutnya.
Surabaya, IDN Times - Warga Malang Raya bakal mendapat tambahan pilihan transportasi publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan peluncuran Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang ditargetkan beroperasi bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jatim pada Oktober 2026.
Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Cito Eko Yuly Saputro mengatakan, armada utama yang disiapkan untuk Koridor II Malang Raya mencapai 15 unit, terdiri dari 14 bus operasional dan satu bus cadangan.
"Untuk Koridor II Malang Raya itu nanti busnya sebanyak 14 operasional dan satu cadangan," ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (14/9/2026).
Tak hanya mengandalkan bus utama, Pemprov Jatim juga menyiapkan 12 unit feeder untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke kawasan yang tidak langsung dilalui koridor utama. Cito bilang, 12 feeder tersebut menjadi stimulus dari Pemprov Jatim untuk mendukung pengembangan transportasi publik di Malang Raya.
"Tambahan 12 feeder. Dua belas feeder ini stimulus dari Pemprov Jatim," katanya.
Skema pembiayaan feeder tersebut dirancang secara bertahap. Pada 12 bulan pertama, operasional feeder akan dibiayai melalui APBD Pemprov Jatim. Setelah masa stimulus tersebut berakhir, pembiayaan akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Malang selama 13 bulan berikutnya.
"Nantinya selama 12 bulan dibiayai APBD Pemprov Jatim dan 13 bulan berikutnya akan dilanjutkan biayanya dari Pemkot Malang," jelas Cito.
Kehadiran Koridor II sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan Malang Raya. Integrasi bus utama dengan feeder diharapkan membuat masyarakat lebih mudah menjangkau layanan transportasi massal dari kawasan permukiman maupun titik-titik aktivitas masyarakat.




















