Puluhan Keluarga Korban KM Virgo Menanti Kabar di Posko Tanjung Perak

- Puluhan keluarga korban KM Virgo Transport 8 menunggu kabar di Posko Terpadu Tanjung Perak, Surabaya, sambil mengecek daftar manifes penumpang.
- Per 14 September 2026, dari 243 penumpang, 114 telah dievakuasi: 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
- Kapal rute Surabaya-Banjarmasin mengalami kecelakaan setelah menghadapi cuaca buruk; tim SAR mengerahkan kapal KN SAR 249 Permadi dan helikopter HR-3601.
Surabaya, IDN Times - Puluhan keluarga korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 masih menanti kabar pada hari kedua pencarian, Senin (14/9/2026). Mereka menunggu di Posko Terpadu Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Pantauan IDN Times, keluarga korban mulai berdatangan sejak kapal tersebut dikabarkan mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9/2026), dan jumlahnya terus bertambah hingga hari ini.
Setibanya di posko, pihak keluarga langsung menuju papan informasi daftar manifes penumpang. Pada papan tersebut tercantum nama-nama penumpang selamat, meninggal dunia, serta yang masih dalam pencarian.
Jika menemukan nama kerabatnya ada dalam daftar pencarian, keluarga langsung mengarah ke Posko Ante Mortem DVI Biddokkes Polda Jatim untuk menyerahkan data-data pendukung.
Berdasarkan data terbaru per Senin (14/9/2026), kapal tersebut mengangkut total 243 penumpang. Dari jumlah tersebut, 114 orang telah dievakuasi (108 selamat dan 6 meninggal dunia), sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 dikabarkan mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026).
Untuk mempermudah penanganan, KSOP Tanjung Perak membuka posko aduan di Gapura Surya guna menyampaikan informasi terkini kepada keluarga korban. Posko ini menyediakan daftar manifes penumpang, data ABK, hingga daftar kendaraan. Pihak keluarga yang belum menemukan nama anggotanya akan didata dan dihubungi secara berkala saat ada perkembangan terbaru.
Sementara itu, tim SAR gabungan terus bergerak menyisir lokasi dengan mengerahkan kapal KN SAR 249 Permadi dan helikopter HR-3601 untuk mencari korban yang belum ditemukan.


















